Laman

April 29, 2011

sorry, but i promise (by. shanica indratami part. 3)

“kau jahat sekali seperti itu. Aku kan takut padanya.” Ucap hye min kesal kepada hyun ji saat mereka sedang berjalan melewati trotoar.

“ahh, aku lupa memberitahu padamu. Sudah banyak orang yang sepertimu menentang junhyung, tapi semuanya tidak digubris oleh junhyung.” Jelas hyun ji santai tanpa merasa bersalah.

“ohhh, tapi kenapa kau dan doojoon bisa dekat dengannya??” tanya hye min yang melupakan kekesalannya.

“hahahah, entahlah. Baiklah, aku harus segera pergi, kakekku sudah menunggu.” Ucap hyun ji meninggalkan hye min menuju kerumah sakit tempat kakeknya bekerja.

*

“yaa~ yeorobeun~ junhyung memukuli orang lagi ditaman, seru...” teriak seorang murid laki-laki dikantin. Hye min yang mendengar itu hanya diam gan sedikit bergumam, “mulai lagi anak itu.”

Smentara ditaman, hyun ji dan doojoon sedang asik memperhatikan junhyung yang memukuli seorang anak lelaki. Lelaki itu berdarah, matanya juga mulai membiru.

“siapa lelaki itu?” tanya hyun ji kepada doojoon yang terlihat antusias memperhatikan kejadian itu.

“dari anak ‘kelas otak’ sebelah.” Jawab doojoon senang.

“entah kenapa aku kasihan padanya.” Sahut hyun ji pelan.

“tumben, tidak seperti biasanya.” Sahut doojoon menatap hyun ji yang tatapan matanya nanar memperhatikan junhyung terus menerus memukuli lelaki itu. Hyun ji lalu pergi meninggalkan doojoon.

“ya~ mau kemana kau?” teriak doojoon menatap bingung kepergian hyun ji.

*

“bagaimana? Sudah selesai pertunjukannya?” tanya hye min ketika hyun ji duduk dihadapannya.

“entahlah, perasaanku semakin aneh ketika melihatnya.” Jawab hyun ji membuka minuman kaleng ditangannya.

“mwo?? Ada apa denganmu? Bukankah kau salah satu pendukung junhyung.” Tanya hye min antusias terlihat berbeda dari biasanya.

“aku sedang malas.” Sahut hyun ji cepat. matanya menatap keluar jendela yang langsung menuju taman. Sepertinya pertunjukan itu sudah selesai.

*

Pagi ini hyun ji tidak ada pelajaran, ia baru saja keluar dari kamar mandi membersihkan wajahnya yang penuh coretan karena kalah bermain dikelasnya. Ia ingin kembali menuju kelasnya namun langkahnya terhenti ketika ia melihat seorang siswa sedang berada diberanda sekolahnya tepat disebelah kamar mandi.

“kau sedang apa?” tanya hyun ji kepada lelaki itu. Lelaki itu menatap hyun ji sekilas lalu pergi sambil memegangi hidungnya. “darah?” gumam hyun ji memperhatikan lantai beranda itu. Hyun ji langsung mencari lelaki itu namun ia menabrak hye min yang baru keluar dari kamar mandi.

“kau kenapa? Aneh sekali?” tanya hye min kikuk memperhatikan hyun ji bingung.

“ah aniyo, aku harus pergi, sampai jumpa.” Hyun ji meninggalkan hye min dengan sangat terburu-buru.

“ahh, semua yang ada disini aneh.” Ucap hye min pergi meninggalkan kamar mandi itu. Namun langkahnya terhenti ketika ia melihat dari kejauhan junhyung berjalan kearahnya. “ottokhae..” gumamnya bingung sambil tergesa ia hendak pergi.

“yaa~ mau kemana kau? Jangan menghindar dariku.” Panggil junhyung mengguratkan senyum sinisnya. Hye min terlihat sangat gugup lalu membalikan badannya menatap kearah junhyung.

“kenapa kau tidak meleraiku lagi tadi?? Kau bilang kan tidak ingin ada perkelahian lagi disekolah ini. Kau takut??” tanya junhyung santai.

“ahh, aniy. Aku...aku...” jawab hye min gugup.

“ahh, aku malas berbicara padamu. Ayo.” Junhyung pergi meninggalkan hye min dilorong itu.

“ahh, susah sekali untuk bilang kalau aku masih tidak menyukai sifatnya yang seperti itu.” Ucap hye min ketika junhyung sudah jauh darinya.

*

Siang ini, hyun ji baru saja pulang dari sekolahnya. ia melewati pinggir jalan raya yang terlihat tidak sangat ramai. Headset merahnya menempel dikedua telinganya. Ia berjalan dengan santai sambil sesekali memperhatikan sekelilingnya hingga tatapan matanya menuju kearah seorang lelaki yang sedang duduk disebuah kursi menghadap langsung kearah jalan raya.

“sedang apa dia?” gumam hyun ji sendirian dengan langkah cepat ia langsung menghampiri lelaki itu.

“sedang apa kau disini?” tanya hyun ji yang sekarang berada didepan lelaki itu. Lelaki itu terlihat kaget ketika melihat wajah hyun ji. Lelaki itu hendak pergi namun tangan hyun ji langsung menggenggam lengannya.

“kenapa kau begitu takut ketika melihatku?” tanya hyun ji bingung.

“lepaskan, aku sedang buru-buru.” Ucap lelaki itu lalu pergi meninggalkan hyun ji.

*

“iya kek, lelaki itu sangat aneh ketika ia melihatku wajahnya berubah seperti orang ketakutan. Aku sangat bingung melihat tingkahnya itu.” Ucap hyun ji menceritakan semuanya kepada kakeknya dirumah sakit tempat kakeknya bekerja.

“mungkin wajahmu menyeramkan.” Sahut kakek dengan nada bercanda dan tersenyum.

“ahh, kakek aku serius.” Sahut hyun ji cepat. terdengar pintu ruangan terketuk lalu seorang lelaki yang hyun ji kenal masuk kedalam ruangan itu. Lelaki itu tampak sedikit kaget ketika melihat wajah hyun ji didalam ruangan itu.

“ahh, lee gi kwang, masuklah.” Ucap kakek sangat senang menyuruh lelaki itu masuk.

“bagaimana? Kau kasih akan terus disini?? Keluarlah, nanti kita bisa bercerita lagi.” Pinta kakek menyuruh hyun ji.

“baiklah.” Hyun ji keluar menatap sinis lelaki itu.

*

“lee gi kwang?? Kelihatannya kau sangat dekat dengan kakekku.” Ucap hyun ji menghentikan langkah gi kwang sesaat setelah gi kwang keluar dari ruangan itu. Gi kwang menghentikan langkahnya lalu menatap kearah hyun ji.

“sudah satu tahun ini aku menjadi pasiennya.” Jawab gi kwang datar.

“kau sakit? Sakit apa?? Kenapa saat kau dipukuli junhyung kau tidak mengelak. Ahh, jika aku tahu ini, aku akan melerai kalian waktu itu.” Sahut hyun ji panjang lebar.

“hhh, jika aku mengelak, urusannya akan semakin panjang.” Jawab gi kwang tersenyum menatap hyun ji yang terlihat seperti orang bodoh. “siapa namamu? Kau siapanya dokter lim?” gi kwang berbalik bertanya kepada hyun ji.

“aku lim hyun ji, terserah kau mau memanggilku apa. Aku cucunya kakek.” Jawab hyun ji sangat senang. “kenapa kau selalu menghindar dariku??” tanya hyun ji bingung.

“aku?? Ahhh, tidak apa-apa. Aku mengira kalau kau mata-mata suruhan junhyung.” Jawab gi kwang melihat kearah jam tangannya. “aku harus pergi, sampai jumpa.” Gi kwang meninggalkan hyun ji didepan ruangan itu sementara hyun ji hanya tersenyum sendirian memperhatikan gi kwang yang pergi.

*

“hye min-ahh,” panggil hyun ji cepat ketika melihat hye min sedang duduk ditaman.

“ada apa? Tumben kau mencariku?” tanya hye min tersenyum.

“kau masih membenci perbuatan junhyung kan?? Aku ingin kau menyuruh junhyung menghentikan perbuatannya itu. Aku yakin junhyung mau jika kau yang minta.” Jawab hyun ji panjang lebar dengan matanya yang membesar.

“kau yang bilang sendiri jika sudah banyak orang yang memintanya tapi ia tidak juga mau menghentikannya. Aku tidak mau!” jawab hye min cepat kembali membaca bukunya.

“kau tahu? Junhyung menyukaimu.” Sahut hyun ji dengan wajah yang sangat meyakinkan. Hye min langsung menghentikan membacanya.

“kau serius?” tanya hye min cepat.

“ehmm, aku serius. Maka dari itu, tolong bantulah aku. Jebal!!” ucap hyun ji sambil memohon.

“hyun ji-ah, sedang apa kau dengan perempuan bodoh itu.” Panggil junhyung ketika mereka terlibat pembicaraan serius itu.

“ingatlah perkataanku baik-baik, ini demi keharmonisan antar siswa disekolah ini.” Ucap hyun ji tersenyum menepuk punggung hye min yang terdiam.

“dia menyukaiku?? Tidak mungkin, lagipula aku tidak mungkin menyukainya. Kenapa pula hyun ji itu mendukungku. Aneh, ahh, semakin aneh sekolah ini.” Gumam hye ra sendirian.

*

“ahh, kenapa aku bertemu dengannya lagi...” gumam hye min ketika ingin pulang dari sekolahnya. ia menatap junhyung yang sedang mencari sesuatu didalam lokernya. “aku keluar atau menunggu disini...”

“yaa~ sedang apa kau disini? Memata-mataiku yaa??” tanya junhyung berjalan menghampiri hye min.

“ti.. tidakk... aku.. hanya...” ucap hye min sangat gugup dan tidak berani menatap wajah junhyung.

“atau jangan-jangan, kau menyukaiku. Makanya dari kemarin kau mengikutiku.” Ucap junhyung mendekatkan wajahnya kewajah hye min.

“aniyo, aku.. aku harus pergi..” hye min mendorong junhyung lalu pergi meninggalkannya.

“hanya hyun ji yang tahan akan tatapanku. Dasar para wanita aneh.” Gumam junhyung menatap kepergian hye min.

TBC

No comments:

Post a Comment