Laman

April 23, 2011

my love with my life (part 2)

Malam telah larut, jin yong mencoba membenarkan ponselnya yang sudah tidak bisa terpakai lagi. Tiba-tiba pintu kamarnya terketuk.

“masuk..” ucapnya pelan.

“ini, jonghyun-mu ingin bicara.” Sahut onew tersenyum memberikan ponsel yang ia genggam kepada jinyong.

Jin yong menerima ponselnya dengan sedikit gugup lalu berbicara diujung ponsel.

“yoboseyo” ucap ji yong pelan. Onew hanya memperhatikan seluruh buku yang ada dilemari kecil kamar jin yong.

“hei, jagiya. Pogoshipoyo.” Sahut jonghyun dengan nada riang.

“heeemm,” jin yong hanya menghela napas ringan.

“weiyo? Kau tidak merindukanku?” tanya jonghyun dengan nada penasaran.

“aniyo, aniyo. Aku merindukanmu oppa.” Jawab jin yong yang sedikit tersenyum saat itu.

“baiklah, jika kau merindukanku, besok aku akan menjemputmu sepulang sekolah. Bagaimana?” ucap jonghyun dengan senyum merekah diwajahnya.

“baiklah.” Jawab jin yong pelan.

“oke, sampai besok jagiya.” Ucap jonghyun pelan. Jin yong langsung memberikan pnselnya kepada onew kembali. Onew tersenyum lalu menerima ponselnya dan keluar kamar jin yong.

“jangan singgung masalah aku dengannya ya hyung, aku merasa bersalah pada keluargamu.” Ucap jonghyun yang belum mematikan ponselnya.

“sudahlah jonghyun, biarkan masalah ini berlalu dengan sendirinya, aku yakin kau dan jin yong bisa melewatinya.” Sahut onew mengambil sebuah lollipop dari saku jaketnya.

“semoga saja hyung, kapan kau pulang ke dorm?” tanya jonghyun mengalihkan pembicaraan.

“mungkin besok pagi. Weiyo? Kau merindukanku?” sahut onew sedikit meledek.

“ahh, kau itu hyung.” Sahut jonghyun kembali.

Didalam kamarnya, jin yong masih duduk dibelakang meja belajarnya. Memikirkan hubungannya dengan jonghyun yang entah kenapa ayahnya tidak menyetujuinya.

*

Pukul 10 pagi, onew sudah bersiap-siap pergi menuju dorm shinee. Dengan menggunakan jaket coklatnya. Ia membawa tas kecil keluar kamarnya.

“kau mau kembali sekarang?” tanya eomma tersenyum.

“ne, eomma. Besok ada acara.” Jawab onew tersenyum.

“apa perlu appa antar?” tanya appa-nya yang sedang membaca koran.

“tidak usah appa. Aku bisa sendiri. Kebetulan dorm kami juga dekat dari sini.” Jawab onew tersenyum simpul lalu membereskan tasnya.

“baiklah, hati-hati. Jika sudah sampai hubungi kami ya.” Ucap eomma memberikan senyum perpisahan untuk onew.

“sampai jumpa eomma, salam untuk jin yong dan sampaikan maafku untuknya ya eomma.” Ucap onew pergi meninggalkan rumahnya dan berjalan menuju dormnya.

*

Jin yong masih duduk ditaman dibelakang sekolahnya. tanpa ponsel ia tak bisa berbuat apa-pun. Bahkan eomma yang tadinya hendak mengganti ponsel jin yong, tidak bisa bertindak apa pun selama appa masih dirumah.

*

“aku pulang.” Teriak onew melepas jaketnya memasuki dormnya.

“hyung, kau bawa makanan tidak?” serang key yang langsung menghampiri onew.

“tidak, aku tidak membawa apa-apa.” Jawab onew tersenyum.

“ahhh, hyung. Aku lapar.” Celetuk taemin dari dalam ruangan.

“memangnya key tidak masak?” tanya onew bingung.

“key tidak masak hari ini, ia pikir kau akan bawa banyak makanan hyung.” Sahut minho pelan.

“dasar kau key, ehh. Mana jonghyun?” tanya onew bingung.

“baru saja pergi hyung, memangnya kenapa?” jawab minho.

“gwencanha.” Sahut onew pelan.

*

Jam ditangan jonghyun menunjukkan pukul 3 sore. Ia duduk didalam mobilnya sambil memperhatikan seluruh murid SMA yang baru keluar dari sekolahnya. terlihat oleh matanya, perempuan manis keluar dari gerbang sekolahnya lalu memperhatikan seluruh jalan didepan gerbang. Jonghyun yang tahu itu adalah jin yong langsung memakai kacamata hitamnya lalu turun menghampiri jin yong.

“dorr...” jonghyun mengagetkan jin yong dari belakang.

“oppa, kau mengagetkanku saja. Kukira kau tidak jadi kesini.” Sahut jin yong sedikit tersenyum.

“mana mungkin aku tidak menepati janjiku.” Ucap jonghyun mngusap rambut jin yong.

“sekarang kita mau kemana oppa?” tanya jin yong pelan.

“kau pasti lapar kan? Kita makan saja. Bagaimana?” jawab jonghyun tersenyum lalu meminta pendapat jin yong.

“baiklah, hari ini terserah oppa saja.” Ucap jin yong tersenyum.

“baguslah, selama bersamaku hari ini kau harus tersenyum seperti ini, oke?” pinta jonghyun berjalan menuju mobilnya.

“baiklah oppa.” Jawab jin yong tersenyum mengikuti jonghyun dari belakang.

*

“memangnya kalian tidak tahu jonghyun kemana?” tanya onew di dorm mereka sedikit bingung.

“pacaran dengan adik hyung kali.” Celetuk taemin yang sedang membaca buku saat itu.

“mungkin si, tapi...” onew terhenti dari kata-katanya.

“tapi apa hyung?” sahut minho.

“tidak-tidak jadi.” Ucap onew lalu tersenyum tersipu.

“kau aneh hyung.” Sahut key pelan disertai anggukan taemin.

*

“bagaimana kalau kita berkeliling dulu saja sambil berjalan kaki oppa? Aku belum mau pulang.” Tanya jin yong menggandeng mesra tangan jonghyun.

“kau tidak dimarahi eomma kalau pulang telat?” jonghyun berbalik bertanya.

“aniyo, mereka tidak akan memperdulikanku.” Jawab jin yong menggelengkan kepalanya.

“jangan bicara seperti itu, dia kan orang tuamu.” Ucap jonghyun tersenyum.

“oppa, jangan membicarakan mereka sekarang, oke!” suruh jin yong sedikit memanyunkan bibirnya.

“baik-baik.” Jawab jonghyun tersenyum menggwnggam erat tangan kekasihnya itu.

“jin yong pulang sekarang!!!” suara seorang lelaki dibelakang mereka menghentikan langkah mereka berdua.

“appa...” ucap jin yong yang langsung terhenti ketika membalikan badannya.

“appa bilang pulang, pulang sekarang.” Suruh appa jin yong menarik tangan jin yong.

“tapi...” ucapan jin yong terhenti lagi.

“tidak ada tapi-tapian, dan kau lelaki macam apa kau? Sudah kubilang berkali-kali jangan mendekati anakku, jangan mentang-mentang kau artis jadi kau bisa mendekati anakku, awas jika kau terlihat dengan jin yong lagi. Aku akan membunuhmu. Sekarang kau pergi dari hadapanku. Sekarang!” ucap ayah jin yong yang kemarahannya sudah tidak dapat tertahan lagi.

“tapi, ajusshi...” sahut jonghyun sedikit ingin mengatakan sesuatu.

“sudahlah oppa, pergilah.” Pinta jin yong yang suaranya hampir tidak terdengar. Air matanya sudah tidak terbendung.

“tapi jin yong, ini semua salahku.” Sahut jonghyun yang sangat merasa bersalah saat itu.

“pergilah, aku tidak apa-apa.” Ucap jin yong yang berusaha tersenyum tapi air matanya menetes. Lengan jin yong ditarik ayahnya menuju mobil ayahnya yang diparkir dekat taman. Jonghyun yang tidak bisa berbuat apa-apa, hanya diam memperhatikan kepergian kekasihnya itu.

No comments:

Post a Comment