Laman

April 29, 2011

sorry, but i promise (by. shanica indratami part. 2)

“yaa~, yaa~ tunggu sebentar, aku ingin bicara padamu.” Panggil hye min ketika hyun ji keluar dari dalam perpustakaan.

“kau memanggilku?” tanya hyun ji memperhatikan sekelilingnya dengan sedikit agak kikuk.

“ya, kau. Bisa bicara sebentar.” Ucap hye min dengan wajah sedikit bingung dan aneh.

“ohh, ada apa anak baru??” tanya hyun ji dengan nada sedikit bercanda.

“namaku yong hye min. Panggil saja aku hye min.” Jawab hye min sedikit aneh. “kita bicara dikantin saja.” Ajak hye min lalu diikuti hyun ji.

*

Mereka duduk berdua dikantin sekolah mereka yang saat itu tidak terlalu ramai. Hye min sedikit kikuk duduk berdua dengan hyun ji lebih dari 5 menit mereka diam tidak bicara sama sekali.

“sebenarnya ada apa?? Aku hari ini ada pelajaran tambahan jadi cepatlah.” Pinta hyun ji kepada hye min.

“ahh, tunggu sebentar aku hanya ingin mengetahui tentang sekolah ini sedikit darimu.” Sahut hye min cepat.

“ahh, sekolah ini yaa. Sekolah ini adalah sekolah yang bagus buatku. Persaingan sangat ketat baik otot maupun otak. Yaa, jika kau tidak sanggup bersaing dibidang itu, kau akan terkucilkan disini.” Cerita hyun ji santai kepada hye min. Hye min hanya diam seakan setengah mengerti. “aku tahu kau bingung, maksudku persaingan otak adalah, disekolah ini tiap tingkatnya ada 4 kelas berbeda, 2kelas untuk anak yang otaknya diatas rata-rata atau boleh dibilang pintar, sementara 2 kelas lagi hanya untuk orang berandal dan malas. Bersyukurlah kau masuk kedalam kelas yang pernah aku tempati selama hampir 3 tahun. Karena kau yakin kau tidak akan sanggup masuk kedalam kelas yang kau tempati sekarang. Tapi persaingan diantara 2 kelas unggulan itu terus berlanjut, jika kau tidak mampu bersaing, kau akan menjadi sepertiku nantinya.” Jelas hyun ji panjang lebar.

“lalu otot??” tanya hye min yang sudah mengerti.

“yang kau lihat kemarin, itulah persaingan otot disekolah ini.” Jawab hyun ji tersenyum meminum sekaleng minuman ringan didepannya.

“hyun ji-ahh, sedang apa kau disini? Kau dengannya??” teriak doojoon menghampiri mereka lalu menatap hye min sinis.

“aku hanya mengobrol dengannya, kenapa joon-ahh??” tanya hyun ji tersenyum menatap doojoon.

“tidak apa-apa, bisa kita pergi sekarang. Junhyung marah besar karena perempuan ini.” Ucap doojoon mengguratkan kekesalan diwajahnya.

“hh, aku harap kau mengerti, ehmm, hye min..” ucap hyun ji tersenyum mengikuti doojoon dibelakangnya lalu pergi.

“ahh, benar-benar memusingkan. Aku tidak mengerti sekolah ini. OMO!!” ucap hye min tertunduk lesu dkantin itu.

*

“yaa~” panggil junhyung ketika pelajaran matematika sedang berlangsung.

“ada apa??” jawab hyun ji santai dengan volume suara ia kecilkan. Junhyung menunjuk kertas yang sangat besar ditangannya lalu memperagakan untuk melemparkannya kearah guru yang sedang mengajar. Hyun ji tersenyum lalu mengangguk. Junhyung melempar kertas itu kearah hyun ji, dengan cepat hyun ji menangkap kertas itu lalu melemparkannya kearah guru yang mengajar. Hyun ji langsung fokus pada menulisnya sementara junhyung langsung terlelap diatas mejanya. Guru matematika itu hanya mengambil buntelan kertas itu lalu menerusnya mengajar lagi.

*

Hye min baru saja keluar dari kelasnya ketika ia melihat hyun ji berjalan meninggalkan kelasnya.

“yaa~ hyun ji-ahh..” panggilnya lalu menghampiri hyun ji. Hyun ji membalikan badannya lalu tersenyum. “kita pulang bersama hari ini, kau mau??” tanya hye min tersenyum namun nadanya masih gugup. Hyun ji tersenyum dan mengangguk.

“kau tahu, sebenarnya aku tidak suka jika junhyung memukuli orang-orang disekolah ini.” Ucap hye min membuka pembicaraan mereka.

“jika kau tidak suka, coba saja kau bicarakan itu pada junhyung.” Sahut hyun ji tersenyum santai.

“aku akan membicarakannya nanti.” Ucap hye min sambil mengangguk.

“tunggu sebentar, kita kesini dahulu. Aku ingin bertemu doojoon sebentar.” Sahut hyun ji memasuk ruang olahraga disekolahnya. Diruang olahraga tersebut sedikit ramai dengan junhyung juga ada disana.

“ahh, hyun ji-ah, sudah lama kami menunggumu disini.” Sahut doojoon senang ketika melihat hyun ji menghampiri mereka diikuti oleh hye min. “kenapa kau bawa dia??” tanya doojoon sementara junhyung menatap sinis kearah hye min.

“aku ingin mengembalikan ini padamu joon-ah.” Ucap hyun ji memberikan sebuah bungkusan hijau pada doojoon. “oh iya junhyung, hye min ingin berbicara padamu.” Sahut hyun ji sedikit melirik kearah hye min.

“ah, tidak aku... aku tidak ingin bicara padamu.” Sahut hye min cepat sambil menunduk. Junhyung bangkit dari tempat duduknya sementara anak-anak lain memperhatikannya dengan seksama. Junhyung berjalan lalu berdiri menatap kearah hye min yang terlihat ketakutan.

“apa yang ingin kau katakan? Hah?” tanya junhyung dingin masih menatap wajah hye min. Hye min sedikit menggeleng wakahnya benar-benar ketakutan.

“dia bilang padaku kalau dia tidak suka jika kau menyiksa anak-anak lain, dia ingin kau menghentikan sikapmu itu.” Lanjut hyun ji menutup tasnya.

“hyun ji-ahh, kenapa kau begitu.” Sahut hye min cepat.

“mian, aku tidak sengaja..” sahut hyun ji menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“siapa kau?? Beraninya menyuruhku untuk menghentikan sikapku.” Ucap junhyung mendekatkan wajahnya kewajah hye min.

“sudahlah, ayo kita pulang. Junhyung, nanti aku akan menelponmu.” Hyun ji menarik tangan hye min keluar dari ruang olahraga tersebut.

“siapa sebenarnya anak itu?? Dia selalu saja menggangguku.” Tanya junhyung kepada doojoon yang dari tadi hanya diam memperhatikan mereka. Doojoon pun menjelaskan semuanya.

TBC

No comments:

Post a Comment