Malam telah larut, jin yong pulang dengan perasaan tidak karuan. Tentang hubungannya dengan jonghyun dan tentang lin wang yang terlihat sangat sakit hati tadi sore.
“kau dari mana?” tanya perempuan berkacamata yang duduk diatas sofa.
“mana omma?” jin yong berbalik bertanya.
“orang tuamu pergi dan besok baru pulang.” Jawab perempuan berkacamata itu.
“jadi aku harus semalam denganmu? Membosankan.” Sahut jin yong cepat.
“hei, siapa yang mengajarimu berkata seperti itu? Ohh, aku tahu, pasti orang atheis itu yaa? Tidak salah lagi.” Ucap tante jin yong menatap wajah jin yong dalam-dalam.
“jaga mulutmu itu ya.” Sahut jin yong yang merasa tersinggung.
“sejak kapan kau bisa melawan orang yang lebih tua darimu?” tante jin yong yang terlihat marah bangun dari tempat duduknya.
“sejak kau ada dirumah ini.” Sahut jin yong cepat menatap sinis kearah tantenya itu.
“sekarang ikut aku, kau anak tidak beragama.” Ucap tante jin yong sambil menarik rambut jin yong. Tante jin yong membawa jin yong kekamar mandi, jin yong yang kesakitan terus memaksakan diri agar bisa terlepas dari tantenya itu.
“biar kau rasakan ini.” Ucap tantenya itu menenggelamkan kepala jin yong di bak mandi berkali-kali. Jin yong tidak bisa berbuat apa-apa. Napasnya mulai tersenggal-senggal. Tak lama kemudian, jin yong ditarik kembali menuju kamarnya. Dikamarnya, jin yong dilempar hingga terjatuh dan kamarnya dikunci dari luar. Jin yong menangis pelan dikamarnya. Matanya sembab, tubuhnya basah kuyup akibat ulah tantenya sendiri.
*
Jam didinding menunjukan pukul 2 pagi, jin yong mengambil ponselnya dan dompetnya. Tubuhnya masih lemas. Matanya pun masih sembab. Pintu kamarnya masih terkunci rapat. Dengan cepat ia mengambil selimutnya lalu menjatuhkannya lewat jendela kamarnya. Jin yong turun dengan sekuat tenaga, lalu melarikan diri dari kamarnya dengan membawa ponsel dan dompetnya.
*
“key-ah, tidurlah sudah malam.” Teriak minho dari arah kamar.
“aku sibuk! Kau duluan saja.” Sahut key yang sedang sibuk didepan layar komputernya. Tiba-tiba pintu dorm mereka berbunyi.
“hyung, siapa yang datang. Ada tamu malam-malam seperti ini.” Ucap key kepada jonghyun yang keluar kamar membawa susu hangat.
“biar aku yang membuka pintunya.” Ucap jonghyun meletakan gelasnya dimeja sebelah komputer.
Jonghyun berjalan menuju ruang tamu lalu membuka pintu dorm mereka. Seorang perempuan langsung memeluknya erat.
“aku benci ini, mereka jahat. Aku ingin bersama oppa saja. Aku benci dia.” Ucap perempuan itu sambil terisak dipelukan jonghyun.
“kau kenapa?” tanya jonghyun mengusap pelan rambut jin yong.
“aku benci itu oppa, aku ingin bersama oppa.” Jawab jin yong tidak jelas. Onew yang berada didalam langsung keluar melihat mereka.
“jin yong kau kenapa?” tanya onew bingung.
“oppa, aku mau tinggal disini. Aku tidak mau pulang, aku takut.” Ucap jin yong yang sekarang memeluk onew.
“ne, ne. Sekarang masuklah.” Ucap onew membawa jin yong masuk kedalam. Key yang memperhatikan mereka sedikit bingung.
“sekarang sudah malam, kau tidurlah disini dulu yaa, jika kau sudah baik, kau boleh cerita.” Ucap onew menidurkan jin yong disofa panjang diruang tv mereka. Jonghyun yang datang membawa selimut langsung menyelimuti jin yong. Jin yong langsung memejamkan matanya dan tertidur pulas.
“kenapa adikmu hyung?” tanya key bingung.
“sepertinya dia ketakutan, keringat dinginnya keluar semua.” Jawab onew pelan.
“sepertinya dia punya banyak masalah, biarkan saja dia istirahat hyung, kasihan dia.” Ucap key pelan lalu pergi kekamarnya.
“ne, kau benar. Kau tidak tidur jonghyun?” tanya onew kepada jonghyun yang dari tadi diam menatap jin yong.
“tidak, aku ingin menjaganya disini.” Jawab jonghyun menatap dalam wajah jin yong.
*
Malam semakin larut, jonghyun tertidur didepan jin yong tepatnya didepan sofa. Ia tertidur sambil duduk. Jin yong terbangun, lalu melihat wajah jonghyun yang terlihat letih sedang tertidur.
“oppa.” Ucapnya lirih lalu bangun duduk disebelahnya.
“mengapa kau terbangun?” tanya jonghyun sedikit terkaget.
“aku takut oppa.” Jawab jin yong pelan. Tanpa banyak bicara, jonghyun langsung memeluk jin yong.
“kau akan baik-baik saja jika berada disebelahku.” Ucap jonghyun tersenyum lalu menggenggam tangan jin yong erat.
“sekarang tidurlah lagi ya.” Suruh jonghyun menatap dalam wajah jin yong lalu meletakan kepala jin yong dipangkuannya. Jin yong pin tertidur lagi dipangkuan jonghyun.
*
Pagi pun menjelang, disela sarapan jin yong menceritakan semuanya pada onew dan jonghyun akan kelakuan tantenya sambil menangis. Onew yang memang dari dulu juga tidak suka akan sikap tantenya itu sangat marah.
“apa aku harus lapor kepada appa?” tanya onew dengan wajah marahnya.
“appa pasti membelanya.” Jawab jin yong menghapus air matanya.
“kau kenapa tidak lapor polisi?” sahut taemin yang dari tadi menguping. Jin yong hanya diam.
“hari ini kita ada diluar, kau berani disini sendiri?” tanya onew meneguk susunya.
“aku akan keluar hari ini.” Jawab jin yong menatap wajah jonghyun dalam-dalam.
“mau kemana?” tanya onew bingung.
“aku ingin keperpustakaan, tapi aku berjanji nanti sore aku akan kembali lagi.” Jawab jin yong membereskan makanannya lalu pergi membawa ponsel dan tasnya.
“hati-hati.” Ucap jonghyun pelan.
“jangan terlalu memikirkanku oppa.” Sahut jin yong tersenyum menatap jonghyun. Jonghyun hanya tersenyum simpul.
*
Diperpustakaan, jin yong berhenti tepat didepan rak buku tentang agama. Ia mengambil buku putih yang membahas tentang atheisme. Lalu duduk disudut perpustakaan itu sendirian.
Selang beberapa saat, seorang wanita paruh baya menghampirinya lalu duduk dihadapannya.
“jin yong, kau sedang membaca apa?” tanya wanita itu yang tidak lain adalah ibu dari lin wang.
“ajuma, tak disangka bisa bertemu disini. Aku sedang membaca buku.” Jawab jin yong sedikit kaget lalu tersenyum sipu.
“aku senang bertemu denganmu disini.” Ucap ibu lin wang tersenyum.
“aku juga, bagaimana kabar lin wang?” tanya jin yong yang sedikit penasaran dengan kabar lin wang.
“dia baik-baik saja, dia sering kegereja sekarang, padahal bukan hari minggu. Apa yang sedang kau baca?” tanya ibu lin wang sedikit penasaran.
“ohh, ini hanya bacaan kecil.” Jawab jin yong menunjukan buku yang ia pegang.
“atheis? Kau atheis?” tanya ibu lin wang bingung.
“ohh, bukan. Aku katholik. Aku hanya tertarik membaca buku ini.” Jawab jin yong cepat.
“terlalu banyak perbedaan agama dikorea ini.” Ucap ibu lin wang pelan.
“ne, ajuma aku ingin bertanya.” Sahut jin yong cepat.
“silahkan.” Ucap ibu lin wang tersenyum.
“aku tahu kau katholik taat, apa menurutmu bergaul dengan orang atheis itu salah?” tanya jin yong gugup.
“menurutku tidak, kita bebas bergaul dengan siapapun, asalkan kita masih menjaga batas-batas agama kita dan kita tidak terjerumus dilembah kejelekan mereka.” Jawab ibu lin wang lalu tersenyum.
“walaupun orang yang atheis itu kekasih kita sendiri?” tanya jin yong lagi.
“kekasihmu atheis? Menurutku itu tidak salah, asalkan kau masih menjaga agamamu, itu tidak apa-apa.” Ucap ibu lin wang dengan kewibawaanya.
“ya, kekasihku atheis.” Jawab jin yong pelan.
“jika kau bisa membawanya keagamu, itu lebih baik.” Ucap ibu lin wang langsung beranjak pergi ketika seorang lelaki tua penjaga perpustakaan memanggilnya.
Jin yong terdiam menatap keluar jendela. Selama ini persepsi ayahnya salah dan telah membuatnya terbelenggu dalam dua pikiran berbeda. Jin yong mengguratkan senyum dibibirnya, terlintas dihatinya rasa senang yang cukup dalam dan sedikit rasa haru. Ternyata hubungannya tidak selamanya salah. Hari yang hangat saat itu sedikit bertambah hangat dikeliling jin yong.
*
Malam telah larut, di dorm shinee, jin yong sedang debat masalah dance yang baik dengan taemin, sementara minho dan key memperhatikan mereka sambil sesekali tertawa.
“kau lebih cocok dengan taemin.” Celetuk minho tertawa sambil melirik jonghyun.
“jika taemin masih terus menari seperti itu, aku tidak akan menyukainya.” Sahut jin yong sambil menunjuk taemin.
“aku merasa ini bagus.” Ucap taemin tetap pada pendiriannya.
“tidak itu jelek.” Sahut jin yong cepat. pintu dorm terketuk, onew yang sedang mendengarkan musik membukakan pintunya.
“appa.” Ucap onew sedikit kaget.
“mana jin yong? Anak kurang ajar itu sedang apa disini.” Tanya appa langsung masuk lalu menarik tangan jin yong, seisi dorm pun kaget saat itu.
“ayo pulang sekarang.” Tarik ayahnya.
“appa, jangan sekasar itu pada jin yong.” Ucap onew menghampiri mereka.
“jadi kau membela adikmu yang kurang ajar ini?” tanya ayahnya menatap tajam wajah onew.
“iya, karena ia adikku.” Jawab onew cepat menarik tangan jin yong. Jonghyun langsung bangkit dari tempat duduknya.
“sudahlah, ayo kita pulang sekarang, tidak ada gunanya melawan appa, oppa.” Ucap jin yong mengambil tasnya.
“jadi kau tidak merasa anak appa lagi?” tanya ayahnya hendak menampar onew.
“appa, sudahlah.” Teriak jin yong yang hampir menangis. “kau sebenarnya menyayangi anakmu tidak? Hah? Oppa tidak salah, aku yang salah, dan aku sekarang tahu semua kenapa kau tidak menyetujui hubunganku dengan jonghyun oppa, aku tahu semuanya appa.” Semua penghuni dorm tersentak, tak terkecuali jonghyun dan onew.
“jin yong.” Sahut onew cepat.
“diamlah oppa, aku sudah tahu semuanya appa, karena jonghyun oppa atheis kan? Hanya karena itu aku tidak boleh menjalin hubungan dengannya. Jawab appa!!” Ucap jin yong yang air matanya tak sanggup bertahan lagi.
“cukup jin yong.” Sahut onew cepat.
“jika sudah sadar, pulanglah sekarang.” Ucap ayahnya pelan. Tanpa banyak bicara, jin yong berlari keluar dorm. Jonghyun yang sudah mengetahui semuanya dari awal, berlari mengejar jin yong keluar dorm. Appa yang hendak mengejar juga, dihalangi oleh onew, “biarkan mereka berdua appa, jangan mengganggu mereka.”
*
Jin yong terus berlari kesebuah taman tak jauh dari dorm shinee.
“jin yong-ah.” Teriak jonghyun lalu menghampiri jin yong.
“kenapa kau mengejarku? Seharusnya kau marah padaku dan keluargaku.” Tanya jin yong mengusap air matanya.
“Sejujurnya aku sudah tahu sejak dulu.” Ucap jonghyun pelan lalu menghampiri jin yong.
“kenapa kau masih mau menjalin hubungan denganku?” tanya jin yong yang hampir menangis.
“karena aku mencintaimu, sangat mencintaimu.” Jawab jonghyun tersenyum.
“cinta tidak penting sekarang, aku pikir hubungan kita harus benar-benar disudahi.” Ucap jin yong pelan. Jonghyun langsung meletakan jari telunjuknya dibibir jin yong.
“jangan berkata seperti itu. Aku masih mencintaimu, kau tega kau membiarkanku kurus kering karena memikirkanmu tiap hari?” ucap jonghyun dengan sedikit nada bercanda.
“aku bingung oppa.” Ucap jin yong cepat. dengan cepat jonghyun memeluk erat tubuh jin yong.
“semua kita bisa laksanakan dengan baik ditengah perbedaan ini. Percayalah padaku.” Sahut jonghyun mengusap rambut jin yong. Jin yong hanya mengangguk pelan dipelukan jonghyun.
*
Beberapa hari setelah kejadian malam itu, jin yong dan jonghyun tidak bertemu. Setelah bangun tidur, jin yong langsung menuju ruang televisi, lalu menyalakan tv-nya.
‘iya, dia kekasihku, namanya lee jin yong. Aku sudah hampir 1 tahun menjalin hubungan dengannya. Dia adik dari onew hyung......’
Jin yong tersenyum mendengar perkataan jonghyun disalah satu infotainment yang menampilkan fotonya sedang berpelukan dengan jonghyun setelah kejadian itu.
“kau sudah bangun jin yong?” tanya omma keluar kamarnya. Dengan cepat ia mematikan kembali televisinya karena ia melihat ayahnya keluar kamar juga dengan pakaian sangat rapi.
“appa mau kemana?” tanya jin yong pelan.
“appa akan segera bertugas kembali, appa akan pergi ke rusia untuk 3 bulan ini.” Jawab omma cepat. dengan senyum tipis, appa lalu menghampiri jin yong.
“jin yong, appa belum mengucapkan selamat padamu ketika kau menang lomba itu, sekarang, appa sedikit bangga padamu, ini untukmu, lanjutkan cita-cita mu.” Ucap appa memberikan sebuah kotak berwarna biru tua kepada jin yong
“terimakasih appa.” Sahut jin yon gpelan.
“mengenai hubunganmu dengan jonghyun, kemarin aku berbicara empat mata dengannya, kau boleh berhubungan dengannya, tapi ingat, appa tidak sepenuhnya merestui hubunganmu dengannya. Kau harus ingat itu.” Ucap ayahnya panjang lebar.
“dan satu lagi, jaga omma selama appa pergi.” Ucap ayahnya berjalan keluar rumah.
“terimakasih appa, aku akan berjanji padamu bahwa aku akan lebih hebat dari onew oppa.” Sahut jin yong tersenyum. Ayahnya hanya tersenyum tipis lalu masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan rumahnya.
*
“oppa, kau berkata apa pada appa?” tanya jin yong ditaman bersama jonghyun malam itu.
“ayahmu telah membicarakannya padamu?” jonghyun berbalik bertanya.
“ne,” jawab jin yong cepat.
“aku hanya bilang kalau kau itu adalah perempuan yang butuh kasih sayang dari seseorang sepertiku.” Ucap jonghyun cepat dengan nada bercanda.
“aku serius oppa. Lalu kenapa kau membocorkan kepublik kalau aku adalah kekasihmu?” ucap jin yong memandang wajah jonghyun.
“kau tidak menyukainya?” jonghyun bertanya lalu menatap wajah jin yong.
“bukan itu, tapi aku kan....” jin yong terhenti ketika jonghyun meletakan kepalanya dipundak jin yong.
“kita akan melanjutkan hubungan kita kan?” tanya jonghyun memejamkan matanya.
“tidak.” Jawab jin yong cepat.
“kau? Kenapa tidak?” tanya jonghyun yang langsung mengangkat kepalanya lagi.
“karena kau sudah berbohong padaku.” Jawab jin yong cepat.
“mianhanda jagiya, aku akan menceritakannya besok, aku janji.” Ucap jonghyun dengan nada bercanda. Jin yong hanya diam tersenyum lalu mengisyaratkan agar kepala jonghyun diletakan lagi dipundaknya.
“dasar kau jagiya jelek.” Ucap jonghyun meletakan kepalanya lagi dipundak jin yong.
hari ini benar benar cerah secerah perasaan jonghyun dan jin yong ditaman saat itu.
*TAMAT*
No comments:
Post a Comment