“waahh, jin yong hampir sebulan kau tidak kegereja, kau kemana saja?” tanya yun hwa teman satu gereja jin yong saat mereka sudah selesai berdoa.
“aku sibuk, tapi akhirnya aku datang juga kaan?” jawab jin yong tersenyum senang.
“hei.” Ucap seorang perempuan mengagetkan jin yong dari belakang.
“ohh, hai lin wang, kau berdoa disini juga?” tanya jin yong tersenyum.
“iya, hanya kebetulan. Kudengar kau menang lomba biola ya?” ucap lin wang yang membuat yun hwa sedikit kaget.
“benarkah itu jin yong? Kau tidak menceritakan itu padaku.” Sahut yun hwa dengan nada tidak percaya.
“aku tidak pernah bertemu denganmu akhir-akhir ini kan.” Ucap jin yong tersenyum simpul.
“jika kau benar menang, selamat yaa.” Ucap lin wang yang terlihat tersenyum simpul.
“buku apa yang ada ditanganmu lin wang?” tanya yun hwa menunjuk sebuah buku biru ditangan kiri lin wang.
“ohh, ini buku tentang orang-orang bodoh.” Jawab lin wang menunjukan bukunya kepada yun hwa yang berjudul ‘atheis is the bad or good?’.
“maksudnya orang bodoh?” tanya jin yong bingung.
“bodohlah, mereka tidak mempercayai tuhan, padahal seharusnya mereka sadar bahwa mereka meminta dan mendapatkan sesuatu dari tuhan.” Jawab lin wang panjang lebar dengan wajah angkuhnya.
“iya, aku tidak suka orang atheis.” Sahut yun hwa sambil memikirkan sesuatu. Jin yong hanya diam, baginya beragama atau bukan selama mereka tidak merugikan disekeliling mereka, mereka bukan hal yang buruk.
“kau tahu jin yong, kim jonghyun shinee juga atheis. Itu satu-satunya hal yang aku benci darinya. Untungnya aku adalah fans yang menyayanginya, jadi aku berusaha melupakan atheis-nya itu.” Ucap lin wang memandang wajah jin yong. Jin yong terlihat kaget saat itu.
“benarkah dia atheis? Hah, aku baru tahu.” Ucap jin yong yang sebenarnya tidak percaya dengan ucapan lin wang.
“yaa, itu benar.” Jawab lin wang cepat. “maaf, rumahku kosong, aku harus cepat-cepat pulang sekarang. Sampai jumpa.” Lin wang berbalik arah. Yun hwa melabaikan tangannya sementara jin yong hanya diam seribu bahasa.
“jin yong, aku duluan ya, ada tugas dari pendeta kim. Sampai jumpa minggu depan.” Yun hwa juga pergi kembali kedalam gereja.
Jin yong memikirkan pernyataan lin wang. Kakinya yang kecil membawanya berjalan pelan kearah rumahnya. Ia teringat sesuatu, apakah karena itu appa tidak menyukai jonghyun. Jin yong baru ingat sekarang, ayahnya adalah penganut katolik yang sangat taat. Terutama keluarga appa-nya yang tidak menyukai akan agama-agama lain, apalagi appa-nya pernah bilang saat jin yong masih sekolah dasar, “jin yong anakku, appa tidak suka atheis, atheis adalah orang bodoh. Terbodoh sedunia.”
*
Sesampainya dirumah, jin yong tidak berkata apa-apa, diruang tamu sedang duduk perempuan muda memakai kacamata sambil membaca majalah. Jin yong tahu, perempuan itu adalah tantenya, lebih tepatnya adalah adik dari ayahnya. Ia tidak langsung menyapa tantenya itu, ia langsung beranjak kekamarnya tanpa melihat kearah tantenya itu.
*
Pag-pagi sekali, jin yong langsung berangkat kesekolahnya tanpa sarapan. Ia sangat malas satu meja dengan tantenya. Ia menganggap tantenya adalah tante yang sifatnya lebih jahat dibandingkan ayahnya sendiri.
Ketika jin yong baru sekitar beberapa meter dari depan rumahnya, lin wang menghampiri jin yong.
“hei, kau sendirian?” tanya lin wang pelan.
“seperti yang kau lihat, kau tidak sekolah?” tanya jin yong tersenyum.
“sekolahku libur hari ini.” Jawab lin wang pelan.
“ada apa memang? Kau mencariku?” tanya jin yong bingung melihat tingkah laku lin wang akhir-akhir ini.
“aniyo, aku ingin bertanya sedikit padamu. Kau tahu foto ciuman jonghyun dengan seorang gadis?” tanya lin wang menatap tajam mata jin yong.
“ohh, foto yang tersebar diinternet itu? Ne, aku tahu. Weiyo?” ucap jin yong yang hampir tersentak kaget dengan pertanyaan lin wang.
“seragam sekolahmu kan yang perempuan itu pakai? Kau mengenalnya?” tanya lin wang dengan santai.
“aku tahu itu seragam sekolahku, tapi wajah perempuan itu tidak terlihat. Jadi aku tidak tahu perempuan itu.” Jawab jin yong tersenyum yang tanpa terasa sudah berada didepan gerbang sekolahnya.
“ohh, jika kau tahu kau harus beritahu aku yaa.” Ucap lin wang memaksakan senyumnya.
“baiklah.” Sahut jin yong pelan memasuki gerbang sekolahnya.
*
Hari telah berganti. Burung-burung berterbangan dimusim yang sejuk ini. Dua pasang anak manusia sedang duduk berhadapan disebuah cafe dipusat seoul. Mereka sepertinya sedang terlibat pembicaraan serius saat itu.
“ada apa jin yong kau mengajaku kesini?” tanya onew yang terlihat tampan dengan kaos kuning dan sweter biru tuanya.
“aku ingin bertanya pada oppa, tapi kau harus menjawabnya dengan jujur yaa.” Jawab jin yong yang terlihta manis dengan rambut ia ikat satu.
“oppa akan menjawab sejujur-jujurnya.” Jawab onew tersenyum.
“oppa, apa benar appa tidak merestui hubunganku dengan jonghyun oppa hanya karena jonghyun oppa atheis?” tanya jin yong pelan.
“jin yong!” ucap onew tersentak kaget dan tidak percaya.
“jawab saja oppa.” Pinta jin yong pelan.
“tapi, kau tahu darimana hal itu?” tanya onew masih tidak percaya.
“sudahlah oppa, tidak ada yang harus ditutup-tutupi sekarang. Aku sudah tahu semuanya. Aku benci ini semua.” Ucap jin yon gpelan menundukan kepalanya.
“jin yong-ah, mianhanda, seharusnya oppa memberitahukanmu sejak dulu. Oppa menyesal.” Ucap onew menggenggam tangan jin yong.
“lupakan saja oppa.” Sahut jin yong pelan. Tiba-tiba ponselnya berdering.
“ada apa?” tanya jin yong mengangkat teleponnya.
“bisakah kita bertemu sekarang ditaman?” tanya suara perempuan yang tidak lain adalah lin wang.
“baiklah, aku akan segera kesana.” Ucap jin yong pelan menutup teleponnya.
“kau mau kemana?” tanya onew bingung melihat jin yong membereskan tasnya.
“aku ingin bertemu dengan seseorang oppa, pembicaraan kita hari ini tolong jangan kau beritahu siapapun, termasuk jonghyun oppa dan appa.” Jawab jin yong meninggalkan onew sendirian.
*
“maaf lin wang membuatmu menunggu lama.” Ucap jin yong memaksakan senyumnya kepada lin wang yang terlihat dingin.
“kau sudah tahu perempuan yang dicium jonghyun?” tanya lin wang menghampiri jin yong. Jin yong hanya menggelengkan kepalanya.
“aku sudah tahu.” Sahut lin wang cepat.
“siapa?” tanya jin yong dengan nada sangat gugup.
“ini.” Lin wang memberikan setumpuk foto. Foto itu adalah foto dirinya saat mengikuti lomba biola beberapa waktu lalu yang ditemani onew dan jonghyun.
“kau kan perempuan yang dicium jonghyun? Kau kan kekasihnya jonghyun? Dan kau kan adik dari onew? Jawab jin yong!” tanya lin wang mendorong tubuh jin yong.
“mianhae, aku tidak mau menyakiti hatimu.” Ucap jin yong pelan.
“kau jahat padaku, kau sama saja dengan orang lain. Aku benci kau.” Sahut lin wang hampir menagis.
“mianhae lin wang.” Ucap jin yong pelan.
“pergi kau dari hadapanku, aku muak melihat wajahmu.” Suruh lin wang yang terlihat air matanya mulai jatuh.
Jin yong yang merasa bersalah, lalu pergi meninggalkan lin wang dengan penuh harapan agar lin wang memaafkannya.
No comments:
Post a Comment