“sudah appa bilang berkali-kali, jangan berhubungan dengan lelaki itu jin yong, kau tidak pernah berpikirkah untuk itu?” ucap ayahnya yang menyetir mobilnya menuju rumah. Jin yong hanya diam menatap kosong keluar kaca mobil. Baginya ucapan ayahnya adalah ucapan kebohongan dan tidak patut ia dengar.
Sesampainya dirumah, jin yong langsung masuk kekamarnya dan mengunci pintu kamarnya. Lalu menangis sejadi-jadinya malam itu.
“ada apa si?” tanya eomma ketika ayah jin yong baru masuk kedalam rumahnya.
“biasa kendala anak remaja.” Jawab ayah jin yong dengan santainya lalu masuk kedalam kamarnya.
*
Jonghyun sampai di dormnya, masuk kedalam dengan wajahnya yang ditekuk. Seluruh penghuni dorm bingung ketika menatap wajah jonghyun yang terlihat tidak seperti biasanya.
“kau kenapa hyung?” Tanya key yang baru keluar dari dapur. Jonghyun hanya diam tidak menjawab lalu pergi masuk kedalam kamarnya.
“ada apa key?” tanya onew yang baru keluar dari kamar mandi.
“jonghyun hyung sudah pulang, hyung.” Jawab key pelan.
“dimana dia sekarang?” tanya onew lagi.
“tadi masuk kamar, tapi mukanya aneh hyung.” Jawab key mengambil cemilan diatas meja makan. Onew tanpa banyak bicara langsung masuk kedalam kamar dan menemukan jonghyun sedang berdiri didekat jendela.
“ada masalah?” tanya onew pelan menghampiri jonghyun.
“gwencanha.” Jawab jonghyun lebih pelan.
“ceritakanlah.” Suruh onew tersenyum.
“apa hubunganku dengan jin yong harus disudahi saja?” tanya jonghyun dengan mata berkaca-kaca.
“maksudmu?” tanya onew sedikit tidak mengerti maksud pembicaraan jonghyun. Jonghyun pun menceritakan yang telah terjadi dihari itu.
“itu semua tergantung kau dan jin yong, aku pikir jika kalian bersama, kalian pasti akan bisa melewatinya. Aku yakin itu.” Ucap onew ketika jonghyun usai cerita.
“terimakasih hyung.” Sahut jonghyun memaksakan senyumnya.
*
Hingga tengah malam, air mata jin yong terus bercucuran. Ia tak bisa menerima keadaan yang sedang dihadapannya saat itu. Entah apa yang harus ia lakukan diantara dua pilihan yang tidak jelas.
*
Dua hari berlalu setelah kejadian tertangkap basahnya jin yong pergi dengan jonghyun. Onew menyempatkan diri untuk pulang kerumah saat itu.
“jin ki, kau pulang?” teriak eomma ketika onew masuk kedalam rumah mereka.
“aniyo eomma, aku hanya mampir.” Jawab onew tersenyum menatap jin yong yang baru turun dari kamarnya.
“ohhh.” Sahut eomma seketika jin yong keluar dari kamarnya dengan pakaian seragam rapi.
“haii, dongsaeng.” Teriak onew yang ingin memeluk adiknya tersebut. Tetapi jin yong mengelak lalu langsung keluar pergi tanpa makan dan menatap onew.
“omma, kenapa dia?” tanya onew bingung.
“masih bermasalah dengan appamu, kau akan kembali ke dorm kapan?” ucap eomma mengalihkan pembicaraan.
“sekitar satu jam lagi aku harus ketempat latihan.” Ucap onew langsung duduk dimeja makan.
“baiklah, cepatlah makan.” Suruh eomma sambil tersenyum.
*
“taemin, kau lihat jam tanganku tidak?” teriak key dari dalam kamarnya di dorm.
“aku tidak melihatnya hyung.” Ucap taemin dari ruang tamu.
“mungkin tertinggal di kamar mandi.” Sahut minho dari arah dapur.
“tolong ambilkan,” pinta key yang sedang memakai jaketnya.
“ambil sendirilah, semua sedang repot.” Sahut jonghyun yang sedang menutup lemarinya.
“biar minho saja yang ambil.” Sahut key sedikit tidak mau mengalah.
Beberapa menit kemudian, pintu dorm mereka terketuk. Jonghyun yang baru saja keluar dari kamarnya langsung membukakan pintu.
“kauu??” ucap jonghyun sedikit kaget dengan nada pelan ketika menatap kekasihnya berdiri dihadapannya memakai seragam sekolahnya.
“ne, jangan kaget oppa.” Sahut jin yong pelan.
“bukankah kau seharusnya sekolah? Kenapa ada disini?” tanya jonghyun tersenyum walau sedikit bingung.
“aku ingin berbicara sebentar denganmu.” Ucap jin yong pelan.
“masuklah,” pinta jonghyun tersenyum.
“tidak usah, gomapseumnida, disini saja. Aku hanya sebentar.” Ucap jin yong yang wajahnya terlihat datar.
“katakanlah.” Suruh jonghyun yang ekspresinya sedikit bingung.
“sepertinya hubungan kita tidak bisa dilanjutkan oppa, maaf aku telah merepotkanmu akhir-akhir ini. Sebaiknya kita tidak usah menjalin hubungan serius. Cukup hanya saling kenal. Kuharap kau menerima itu semua. Walaupun hatiku masih sepenuhnya mencintaimu, walaupun aku juga masih bingung kenapa ini bisa terjadi, tapi kupikir aku akan berusaha melupakanmu walaupun sulit untukku. Mianhanda.” Ucap jin yong pelan yang tanpa sadar air matanya menetes. Jonghyun terdiam, seakan kaget akan perkataan jin yong yang sangat menusuk hatinya. Tapi, tanpa kata, jin yong berjalan pelan pergi meninggalkan jonghyun yang masih berdiri mematung didepan dormnya.
“jin yong tunggu sebentar.” Teriak jonghyun ingin mengejar jin yong, tapi suara key mengajaknya untuk bersiap latihan karena waktu untuk latihan sisa 10 menit lagi. Dengan berat hati, jonghyun mengikuti key pergi ketempat latihan mereka.
*
Ditempat latihan, onew sampai lebih dulu dibanding member shinee yang lain. Setelah mereka semua sampai di tempat latihan. Tanpa ditemani pelatih tari seperti biasanya, mereka latihan dengan semangat. Tetapi, jonghyun sedikit tidak konsentrasi dalam menjalani latihan hari itu, wajahnya tidak sesemangat biasanya, gerakan menarinya juga tidak sesemangat biasanya, siaranya juga banyak nada yang hilang. Onew sebagai keteua grup mendekatinya disela-sela istirahat.
“kau kenapa? Ada masalah? Dari tadi kau tidak konsentrasi.” Tanya onew berusaha pelan agar jonghyun tidak tersinggung.
“gwencanha hyung, hanya sedikit tidak enak badan. Aku kekamar mandi sebentar hyung.” Jawab jonghyun pelan lalu pergi meninggalkan mereka.
“kenapa dia? Kalian tahu?” tanya onew kepada yang lain ketika jonghyun pergi meninggalkan mereka.
“entahlah, dia memang aneh kan akhir-akhir ini.” Jawab key yang langsung duduk dihadapan onew.
“yang aku tahu, sebelum berangkat, jonghyun hyung menerima tamu tadi, tapi aku tidak tahu itu siapa.” Ucap taemin sambil berpikir sejenak.
“ada yang tahu itu siapa? Mungkin dialah penyebab jonghyun seperti ini.” Tanya onew kepada mereka, tapi ketiga lelaki tampan itu hanya menggelengkan kepalanya.
“yasudah, nanti di dorm aku akan bertanya padanya.” Ucap onew tersenyum disertai anggukan yang lainnya.
*
Malam telah larut, jin yong masih berjalan-jalan mengitari taman dekat sekolahnya. entah kenapa kakinya sangat malas untuk membawanya kerumah. Perutnya kelaparan tanpa sadar, sudah hampir seharian ia tidak makan sama sekali. Dengan berat hati, ia membawa langkahnya menuju rumah yang baginya adalah neraka.
“huh, jin yong, akhirnya kau pulang juga, omma menelpon teman-temanmu, kata mereka kau tidak latihan biola, kau kemana saja?” tanya omma-nya yang langsung berjalan mendekati jin yong.
“aku tidak kemana-mana omma.” Jawab jin yong yang mengamati seisi meja makan dan terdapat ayahnya yang sedang membaca suatu artikel. Hatinya yang tergoyah untuk makan, langsung ia tutup dalam-dalam dan langsung pergi kekamarnya.
“kau tidak makan dulu?” tanya omma sebelum jin yong masuk kekamarnya.
“aku sudah tidak berselera.” Jawab jin yong tanpa menatap kearah ibunya.
Dikamar, jin yong menahan sedikit perih diperutnya. Ia memaksakan dirinya untuk memejamkan matanya. Tapi sulit untuknya menjalankan itu semua. Pikirannya menjelajah kearah lain, yaitu jonghyun, dia merasa bersalah berbicara seperti itu pada jonghyun pagi tadi. Ia merasa sangat bersalah memutuskan sepihak seperti itu.
*
“masih memikirkan hubunganmu dengan jin yong? Jika ini membuat semuanya hancur, buat keputusan yang terbaik. Kau lelaki, harus cepat bertindak.” Ucap onew dikamar dorm shinee menatap jonghyun yang duduk dipinggiran jendela.
“tadi pagi jin yong datang hyung, dia membuat keputusan yang membuat dirinya menangis.” Ucap jonghyun pelan.
“maksudmu? Aku tidak mengerti.” Tanya onew duduk disebelah jonghyun.
“dia memutuskan hubungan kita.” Jawab jonghyun menatap kearah jalan raya malam itu.
“lalu kau?” tanya onew pelan.
“entahlah, aku merasa sangat bodoh.” Jawab jonghyun berjalan kearah tempat tidurnya lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Onew terdiam, lalu berjalan keluar kamar dan menelpon kerumahnya.
“yoboseyo. Omma, jin yong sudah tidur?”
“jinki, entahlah, dia selalu menetap dikamarnya dan selalu terkunci. Sudah dua hari ia tidak makan. Omma takut dia kenapa-kenapa.”
“ohh, jika appa tidak ada dirumah suruh dia makan ya omma, salam saja untuknya.” Ucap onew dengan raut wajah menyesal menutup ponsel putihnya yang sama dengan ponsel jin yong yang rusak.
*
Dua hari berlalu, jin yong dan jonghyun sudah tidak berhubungan lagi. Onew pun sedang sibuk dengan projek shinee mereka. Sepulang sekolah, jin yong langsung pergi menuju tempat latihan biolanya. Perkembangan permainan biolanya meningkat walaupun hanya sedikit. Disela latihan biolanya, jin yong merasakan sakit diperut kanannya.
“kau kenapa jin yong? Kau terlihat pucat.” Tanya seorang guru yang sedang melatih jin yong.
“gwencanha.” Jawab jin yong memaksakan senyumnya lalu memainkan biolanya lagi.
Sore hari, jin yong pulang dengan berjalan kaki. Tas biolanya ia pegang ditangan kirinya. Tangan kanannya masih memegangi perutnya yang sakit.
“apa ini akibat tidak makan selama 4 hari, tuhan bantu aku. Sakit sekali.” Gumamnya pelan disela perjalanan. Sore itu matahari tidak terlihat, mendung disekeliling jin yong.
*
“hei hyung, kenapa diam saja?” tanya minho mengagetkan jonghyun.
“entahlah, perasaanku tidak enak.” Jawab jonghyun pelan.
“kita ada acara di strong heart kan? Bersenang-senanglah.” Sahut key membawa sekaleng minuman ringan.
“semoga tidak terjadi apa-apa padanya.” Gumam jonghyun pelan.
“ne? Apa hyung?” tanya minho yang sedikit mendengar perkataan jonghyun.
“hah? Tidak, bukan apa-apa.” Sahut jonghyun cepat.
*
“jin yong! Kau kenapa? Wajahmu pucat.” Tanya eomma ketika jin yong baru datang sambil memegangi pipi jin yong.
“gwencanha eomma.” Jawab jin yong memaksakan senyumnya.
“kau belum makan kan? Makanlah, appamu sedang keluar malam ini, baru saja berangkat.” Suruh omma menarik tangan jin yong.
“aku tidak lapar eomma, aku lelah, aku ingin mandi saja.” Ucap jin yong yang masih menahan sakit diperutnya.
“kau benar tidak lapar?” tanya eomma-nya lagi.
“benar omma.” Sahut jin yong berjalan menuju kamarnya.
Ketika jin yong berjalan menaiki tangga, matanya mulai buram, ia tidak bisa menatap apapun disekitarnya. Ia pun terjatuh dan pingsan.
*
Selesai acara strong heart, para member shinee sedang beristirahat sejenak di ruang make up.
“hyung, perasaanku tidak enak.” Ucap jonghyun kepada onew yang sedang memakan makanannya. Tiba-tiba ponsel onew berdering, nomor ponsel omma-nya tertera di layar, dengan cepat onew mengangkat telepon tersebut.
“weiyo omma?”
“jinki, omma tahu kau sibuk, tapi omma harus memberi tahu ini, jin yong masuk rumah sakit, ia pingsan dan belum sadar hingga sekarang.”
“baik omma aku akan datang kesana.”
“tapi jinki, tidak usah, omma tahu kau sibuk.”
“tapi dia adikku omma, aku takut terjadi apa-apa dengannya.”
“baiklah jika itu keinginanmu.”
“ada apa hyung?” tanya jonghyun yang daritadi memperhatikan pembicaraan onew dengan ibunya.
“jin yong dirumah sakit sekarang, ia pingsan dan belum sadar hingga sekarang. Aku ingin menjenguknya, kau mau ikut? Biar kita pergi naik taksi saja.” Ucap onew yang terlihat buru-buru.
“aku.................”ucap jonghyun diam sebentar.
“kau ikut saja, ayo cepat.” onew menarik tangan jonghyun pergi keluar ruangan itu.
Setelah mereka ijin dengan pihak manajemen, mereka berdua pun pergi menuju rumah sakit tempat jin yong dirawat.
No comments:
Post a Comment