Hari terakhir jin yong latihan biolanya. Ia pulang terlalu larut malam itu.
“aku pulang omma.” Ucapnya ketika memasuki rumahnya. Tiba-tiba ayahnya langsung menariknya kearah ruang televisi.
“lihat ini, ini kau kan?” tanya appa yang menunjuk kelayar laptop. Dilayar itu terdapat sebuah foto dua orang pasangan sedang berciuman. Diatasnya tertulis judul, “jonghyun sedang berciuman?”
“ini kau kan?” tanya appa sekali lagi. Jin yong masih terus mengamati foto itu. Dia tahu bahwa itu adalah foto dirinya dan jonghyun beberapa hari yang lalu. Lantas, jin yong membaca sedikit berita itu, “siapa kah perempuan yang sedang berciuman dengan jonghyun ini? Apakah kekasihnya?”
“jawab jin yong!” suruh ayahnya yang nadanya sudah meninggi.
“iya, itu aku. Kau senang kan appa?” sahut jin yong cepat lalu menatap kearah appanya. Dengan seketika, appa langsung menampar wajah jin yong.
“appa, sekarang aku bertanya padamu. Kenapa kau tidak merestui hubunganku dengan jonghyun oppa?” jin yong bertanya sambil memegangi pipinya yang memerah.
“karena jonghyun...”
“appa sudahlah.” Teriak omma menghentikan ucapan appa.
“biarkan omma, aku butuh alasan yang jelas untuk ini.” Ucap jin yong yang air matanya mulai turun.
“karena jonghyun bukan lelaki yang baik untukmu.” Ucap appa cepat.
“mengapa dia tidak baik appa?” tanya jin yong lagi.
“sudahlah, masuklah kau kekamar sekarang.” Suruh appa tanpa banyak basa-basi. Jin yong tanpa banyak basa-basi langsung pergi kekamarnya sambil mengusap air matanya.
*
Siang itu, jin yong ditemani omma pergi menuju tempat perlombaan. Perasaan tegang menyertai dadanya. Ini perlombaan pertamanya diluar sekolah. Ia harus menang mau bagaimanapun agar appanya bisa menganggapnya sebagai anaknya.
Sesampainya ditempat perlombaan, jin yong langsung duduk dibangku peserta. Setelah menunggu beberapa menit, nama jin yong pun dipanggil, ia pun langsung berdiri dihadapan para juri dan memainkan biolanya dengan nada yang sangat indah.
Setelah sore datang, jin yong bersiap pulang dengan omma-nya. Pengumuman 15 besar akan diumumkan besok lewat internet.
Sesampainya dirumah, jin yong langsung kekamarnya, membuka laptopnya lalu mengaktifkan cyworldnya. Disana ada pesan dari jessica snsd, ‘jin yong-ah, kudengar dari onew, kau mengikuti lomba biola, fighting untuk itu ya, aku akan mendoakanmu. J’
Jin yong langsung tersenyum dan langsung membalasnya, ‘gomabseubmnida onnie, aku akan berusaha semaksimal mungkin J’
Disela sela mengaktifkan cyworldnya, jin yong membuka website milik shinee, besok adalah hari dimana shinee launching MV terbaru di acara music bank. “aku akan menyaksikannya.” Gumam jin yong sendirian lalu tersenyum.
*
Keesokan harinya, jin yong masih pulang larut malam, ia masih berusaha berlatih biolanya disekolah. Sesampainya dirumah, ia membuka laptopnya, dan membuka website perlombaan biola yang ia ikuti. Senyumnya terkembang, jin yong masuk 15 besar. Dengan senang hati, ia menyambut lusa sebagai hari final menyambut kemenangan. Dengan sedikit berlari, jin yong menghampiri omma.
“omma, aku masuk 15 besar.” Teriak jin yong menghampiri omma didapur.
“benarkah? Chukae anakku.” Ucap omma tersenyum sangat senang.
“aku akan lebih berusaha omma.” Sahut jin yong yang hampir menangis.
“harus, omma akan selalu mendoakanmu.” Ucap omma memeluk jin yong.
Jin yong langsung menuju keruang keluarga, lalu menyalakan televisi. Tepat saat shinee memulai acaranya. Ia menatap jonghyun dalam-dalam. Ingin rasanya menghubunginya dan langsung memberitahu bahwa ia masuk final, tapi itu tidak mungkin karena acara yang diisi oleh shinee adalah live.
“jonghyun, kami melihat fotomu sedang berciuman, apakah itu kekasihmu?” tanya pembawa acara ketika acara sudah dipertengahan.
“ne, dia kekasihku.” Jawab jonghyun sangat mantap. Jin yong yang mendengarnya tersentak kaget. Onew yang duduk disebelah jonghyun hanya tersenyum.
“kalau boleh tahu, siapakah namanya? Sepertinya masih sekolah.”
“untuk nama aku tidak ingin memberitahu sekarang.” Jawab jonghyun tegas.
“perempuan itu seumuran dengan kau taemin?” sekarang pembawa acara tersebut bertanya pada taemin.
“tidak, dia lebih tua beberapa bulan dariku.” Jawab taemin tersenyum.
“jadi kalian tahu, jika jonghyun berhubungan dengan perempuan itu?”
“kami tahu.” Jawab key cepat. cesss, tiba-tiba televisi mati.
“appa, apa yang kau lakukan?” tanya jin yong yang sangat marah.
“masuk kekamarmu sekarang!” suruh appa dengan wajah marahnya.
“appa jahat.” Celetuk jin yong pergi masuk kedalam kamarnya. Dikamarnya, jin yong membuka laptopnya lagi dan membuka cyworldnya lalu membuka cyworldnya jonghyun dan menuliskan sesuatu untuknya, ‘oppa, aku masuk final datang yaaa J’ setelah menuliskan kata-kata itu, jin yong langsung tertidur pulas ditempat tidurnya.
*
Final pun sudah datang, jin yong ditemani omma, onew, dan jonghyun datang ketempat acara itu. Jin yong yang sedikit gugup dirangkul oleh onew yang memakai kacamata hitamnya.
“tenang, jin yong. Aku akan mendoakanmu.” Bisik onew kepada jin yong. Jin yong hanya mengguratkan senyum tipisnya.
Setelah acara dimulai, nama jin yong dipanggil. Ia sedikit gugup, tapi ia memulainya dengan sangat baik. Ia memainkannya dengan sangat indah dibanding tiga hari yang lalu. Setelah ia selesai memainkan biolanya, banyak tepuk tangan menyudahi permainannya.
“jagiya, kau hebat.” Bisik jonghyun yang memakai topi hijaunya.
“gomapda oppa.” Sahut jin yong pelan.
Setelah menunggu dua jam, hasil pemenang pun diumumkan. Jantung jin yong berdegup kencang, tangan onew terus memegangi tangan adiknya yang dingin. Sementara jonghyun terus merangkul jin yong. Omma hanya bisa berdoa dalam hatinya.
*
“appa, aku menang appa.” Teriak jin yong ketika baru sampai didalam rumahnya. Appa hanya diam keluar dari arah kamarnya.
“itu hal yang biasa, mungkin kau hanya beruntung.” Sahut appa ketus.
“appa, sebaiknya kau ucapkan selamat untuk anakmu.” Sahut omma sedikit tidak menyukainya.
“sudah biarkanlah omma, dia memang tidak menyayangiku.” Ucap jin yong pelan membawa tas biolanya menuju kamarnya.
Ketika jin yong hendak merebahkan badanya di tempat tidur, ponselnya berdering. Dengan senyum mengembang, jin yong mengangkatnya.
“oppa, terimakasih doanya. Aku sangat senang malam ini.” Ucap jin yong membanting tubuhnya ditempat tidurnya.
“selamat ya adikku, kau memang hebat. Jangan lupa kau menraktir kakakmu ini.” Sahut onew dengan nada bercanda.
“tenang saja oppa, kau mau kapan?” tanya jin yong dengan nada bercanda juga.
“uhmm, terserah kau saja.” Jawab onew tersenyum.
“okeoke oppa, besok aku akan ke gereja, sudah lama aku tidak berdoa disana.” Ucap jin yong masih terlihat senang.
“ya, kesanalah. Berterimakasih pada tuhan.” Ucap onew pelan.
“pasti oppa.” Sahut jin yong cepat.
Malam semakin larut. Bulan dan bintang menguasai hari mereka malam itu. Angin yang terlihat lembut menyapa dedaunan malam yang membalasnya dengan lambaian tenang.
No comments:
Post a Comment