Laman

May 3, 2011

sorry, but i promise (by. shanica indratami part. 7 end)

“mana hyun ji?” tanya junhyung ketika sedang berdua dengan doojoon diruang olahraga.

“entahlah, mungkin dengan gi kwang.” Jawab doojoon menendang bola sepak ke gawang.

“kau tidak cemburu?” tanya junhyung menatap doojoon yang sekarang meminum sebotol air mineral.

“kenapa harus cemburu? Selama gi kwang adalah lelaki baik-baik. Aku setuju siapapun pilihan sahabatku itu.” Sahut doojoon duduk disebelah junhyung.

*

Sudah lebih dari satu bulan hye min menjalin hubungan dengan junhyung. Ia juga sudah memaafkan hyun ji dan sudah kembali berteman kembali.

“memangnya ada novel terbitan baru?” tanya doojoon kepada hyun ji yang berjalan sambil membaca sebuah brosur sebuah toko buku.

“hmmm, kapan kita ingin kesana?” ucap hyun ji masih memperhatikan brosurnya. Doojoon hanya diam.

“yaa~ kau mau kesana kapan?” tanya hyun ji lagi. Doojoon masih tidak menjawab. “yaa~” panggil hyun ji ketika tatapan matanya tertuju kearah lapangan basket dibelakang sekolahnya. “junhyung!” teriak hyun ji mendekatinya diikuti doojoon.

“junhyung-ahh, bagaimana jika hye min tahu?? Sudahilah..” pinta hyun ji pada junhyung yang masih memukuli seorang laki laki.

“biarkan, aku membencinya.” Sahut junhyung terus memukuli lelaki itu.

“junhyung-ah.” Panggil hye min yang baru saja datang dengan nada berat. “kau melanggar janjimu.”

Junhyung menghentikan aksinya lalu bangun menatap kearah hye min yang menatapnya nanar. Hye min melangkah pergi sementara doojoon, hyun ji dan junhyung mengikutinya.

“ada apa?” tanya gi kwang kepada hyun ji yang terlihat tergesa.

“ada masalah antara junhyung dan hye min.” Jawab hyun ji terlihat tidak seperti biasanya.

“bisa kita bicara sebentar?” tanya gi kwang memperhatikan kepergian ketiga teman hyun ji.

“maaf gi kwang, lain kali saja, atau mungkin jika kau mau menungguku, pulang sekolah sa....” ucapan hyun ji terhenti ketika bibir gi kwang sudah mendarat dibibirnya. Wajah hyun ji terlihat terkejut, ketika gi kwang begitu cepat melakukan itu.

“ahh, maaf. Tapi aku buru-buru.” Hyun ji langsung melepaskan ciuman gi kwang dan pergi meninggalkannya. Gi kwang hanya memperhatikan kepergian hyun ji.

*

“kenapa kau melakukannya?” tanya doojoon santai dari dalam ruangan kelasnya yang kosong.

“aku dendam padanya, dia telah mengejekku aku tidak menyukain itu.” Jawab junhyung yang pipinya terlihat memar.

“tapi kau tidak seharusnya begitu, pikirkan hati hye min. Kau sudah melukai hatinya.” Sahut hyun ji menatap hye min yang dari tadi menunduk sekilas. Junhyung terdiam menatap hye min.

“bisakah kau menghilangkan dendammu?” tanya hye min pelan. Junhyung hanya diam ketika menatap gi kwang yang melewati kelas itu.

“lee gi kwang!! Aku juga ada dendam dengannya yang belum terbalas. Aku akan memukulinya lagi.” Ucap junhyung sinis. Hyun ji yang mendengarnya langsung menatapnya sinis.

“sudah kubilang kan, jangan pukuli dia lagi. Kenapa kau terlalu mendendam padanya?? Kau sudah memukulinya dua kali. Apa salahnya?? Katakan padaku!!” hyun ji terlihat marah sambil menarik kerah baju junhyung.

“hyun ji!” ucap doojoon kaget melihat hyun ji melakukan itu.

“ayahnya telah membunuh ibuku! Ibuku mati tertabrak oleh mobilnya dan dimobil itu pun ada dirinya. Dia harus bertanggung jawab atas hal itu.” Cerita junhyung kepada hyun ji yang masih memegang kerah junhyung.

“gi kwang tidak salah. Lagipula itu hanya kecelakaan, jangan kau balaskan dendammu kepada gi kwang. Ahh, aku benci kau!” hyun ji meninggalkan ruangan itu melewati gi kwang yang dari tadi mendengar dialog mereka.

*

“gomawo~” ucap gi kwang tersenyum saat berjalan dengan hyun ji dihari libur sore ini.

“mm? Untuk apa?” tanya hyun ji bingung.

“kemarin? Ya, aku mendengarnya sedikit. Aku salut padamu.” Jawab gi kwang menggaruk kepalanya.

“ohh, hahaha, tidak usah berterimakasih.” Sahut hyun ji pelan.

“sebenarnya, penyakitku ini juga karena kecelakaan itu, dadaku terbentur depan mobil dan mengalami pendarahan hebat dan ada luka kecil disana. Kata kakekmu, masih beruntung aku bisa hidup saat itu. Dan aku juga tidak tahu jika yang ditabrak ayah adalah ibu dari junhyung.” Cerita gi kwang perlahan. Hyun ji yang mengerti hanya mengangguk.

“semuanya sudah berlalu, tidak seharunya mengingat kejadian yang tidak baik.” Ucap gi kwang tersenyum

“kau benar..” sahut hyun ji tersenyum.

*

“apa kabar? Masih memikirkan junhyung? Sudahlaah, dia juga pasti akan berhenti, dia sangat menyayangimu.” Tanya hyun ji menghampiri hye min yang terlihat sedikit gusar.

“hhh, entahlah.” Jawab hye min meninggalkan hyun ji sendirian.

“kenapa anak itu? Aneh.” Gumam hyun ji pergi meninggalkan tempat itu.

*

“kau mau pulang?” tanya gi kwang ketika melihat hyun ji berjalan keluar gerbang sekolah mereka.

“hmm, kau juga? Aku sedang terburu-buru hari ini, bibiku sedang kedatangan temannya.” Jawab hyun ji tersenyum.

“denganku saja, kebetulan aku membawa sepeda hari ini.” Ajak gi kwang. Hyun ji hanya diam ketika gi kwang pergi mengambil sepedanya lalu kembali lagi menghampirinya. “naiklah.” Hyun ji yang awalnya diam lalu naik didepan gi kwang. Gi kwang melajukan sepedanya dengan sedikit kencang.

*

“Aku ingin bicara padamu kali ini sebagai seorang lelaki.” Ucap junhyung sedikit mendorong gi kwang masuk kedalam ruang olahraga yang sepi. Gi kwang sedikit taku takan tingkah junhyung itu.

“kau mau memukuliku lagi?” tanya gi kwang sedikit gugup. Junhyung menatapnya sinis.

“aku ingin minta maaf padamu.” Ucap junhyung cepat. gi kwang menatapnya kaget. “aku sudah sering sekali memukulimu. Walaupun masih sedikit kesalku, aku berusaha untuk ikhlas.”

“maafkan ayahku. Aku yakin jika kau tidak memukuli anak lain, ibumu akan senang disurga.” Ucap gi kwang pelan menepuk pundak junhyung. Junhyung hanya mengguratkan senyumnya.

*

Tahun kelulusan pun sudah dimulai, semua murid kelas 3 bersorak senang ketika mereka mengetahui dirinya dan teman-teman mereka lulus.

“senangnya bisa berkumpul seperti ini.” Ucap junhyung kepada hye min sambil memperhatikan doojoon, gi kwang, dan hyun ji bermain ombak dipantai.

“aku senang kau bisa ikhlas dan tidak memukuli anak lain lagi.” Ucap hye min tersenyum.

“semua berkat dirimu. Gomawo.” Ucap junhyung tersenyum

*END*

No comments:

Post a Comment