“heechul-shi belum pulang?” tanya seorang perempuan berambut panjang dengan ikatan kuda diatas kepalanya masuk kedalam rumah malam itu ketika ji yong membukakan pintu untuknya.
“seperti tidak tahu hyung saja.” Sahut ji yong santai. Perempuan yang bernama soo bin itu langsung duduk diruang tamu. “tidak ada yang berubah.” Ucapnya memperhatikan seisi kamar.
“aku akan mandi dulu, aku baru saja pulang dari pekerjaanku.” Ucap ji yong melingkarkan handuk dilehernya. Soo bin hanya tersenyum mengiyakan.
Soo bin, perempuan yang bekerja sebagai pemotret profesional dan memiliki sebuah musium foto kecil di seoul terlihat sangat santai malam ini. Ia membawa tasnya keatas lalu masuk kedalam kamar. Ia memperhatikan seorang perempuan yang terdiam diatas tempat tidurnya. Dengan perlahan, ia mendekati perempuan itu dan memperhatikannya dengan cara seksama.
“kau siapa?” tanya soo bin pelan masih memperhatikan perempuan itu. Perempuan itu hanya diam namun matanya tertuju ke wajah soo bin. Raut wajah perempuan itu berubah seketika ketika melihat wajah soo bin.
“pergi kau!! Aku tidak mau melihatmu lagi, kau jahat! Pergilah..” teriak perempuan itu mendorong soo bin. Hampir saja soo bin jatuh.
“tenanglah, kau kenapa?” ucap soo bin memegang pundak perempuan itu berusaha untuk menenangkannya.
“pergi kau, aku membencimu, kau tidak boleh mendekatiku.” Ucap perempuan itu lagi seketikan mengambil pisau buah diatas meja kecil lalu menggoreskannya ke lengan kanan soo bin.
“awwwww~~” teriak soo bin seketika darah dari lengannya menetes.
“ada apa ini?” tanya ji yong memasuki kamar itu. Ia terlihat kaget ketika soo bin bersimbah darah. Saat itu perempuan itu terlihat menangis lalu melempar pisau yang berada ditangannya.
“kau tidak apa-apa?” tanya ji yong. “apa yang kau lakukan? Tidak seharusnya kau begini, dia temanku.” Ucap ji yong membentak perempuan itu.
“sudahlah, aku tidak apa-apa.” Jawab soo bin tersenyum lalu pergi membersihkan lukanya.
“maaf aku sudah membentakmu, tapi aku tidak suka kau seperti ini.” Ucap ji yong pelan duduk dihadapan perempuan itu yang kembali diam menatap kosong kedepan.
*
“apa lukamu tidak apa-apa?” tanya heechul ketika ia melihat soo bin sedang memerban lukanya. Soo bin hanya tersenyum.
“sepertinya aku akan kembali kerumah orang tuaku saja sekarang, aku tidak enak pada perempuan itu.” Ucap soo bin mengambil blazernya.
“sudah malam.” Sahut ji yong turun dari kamarnya.
“dia benar, menetaplah disini, kau bisa tidur dikamarku. Aku akan tidur dengan ji yong.” Heechul menambahkan.
“sepertinya perempuan itu tidak menyukaiku, aku takut akan terjadi sesuatu padaku atau dirinya.” Ucap soo bin pelan.
“kau harus menetap disini malam ini.” Pinta heechul meluluhkan hati soo bin. Soo bin hanya diam tiidak menanggapi permintaan heechul. “pergilah kekamarku dan beristirahatlah, aku tahu kau lelah menuju kesini.” Soo bin berjalan pelan meninggalkan heechul dan ji yong.
*
Soo bin masuk kedalam sebuah kamar yang sangat gelap. Tangannya menjalari dinding mencari saklar lampu. Seketika ruangan itu menjadi terang. Kamar yang penuh dengan unsur biru muda itu terlihat sangat nyaman dilengkapi sebuah lemari kecil disudut kamar itu. Jendela disebelah lemari itu terlihat terang terkena cahaya dari luar. Soo bin menghampiri sebuah meja yang dipenuhi beberapa buku dan sebuah foto diatasnya. Foto yang diambil dua tahun yang lalu, ia masih ingat saat itu heechul mengajaknya kesebuah rumah musim semi dipulau jeju.
“sampai kapan aku menunggumu?” ucap soo bin pelan tersenyum memandangi foto itu. Ia meletakan kembali foto itu diatas meja lalu duduk dipinggir tempat tidur. “mungkin saja kau memang ditakdirkan bukan untukku.” Soo bin membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur itu lalu terlelap.
*
“waahh, sarapan sudah siap. Kau benar-benar hebat hyung.” Sahut ji yong memperhatikan meja makan yang sudah penuh dengan berbagai makanan yang terlihat lezat.
“cepatlah panggil soo bin, ajak dia makan bersama kita pagi ini.” Pinta heechul memberikan sentuhan terakhir dimeja makan. Ji yong hendak keatas namun soo bin sudah melangkah turun dari kamarnya.
“bagaimana tidurmu?” tanya heechul tersenyum senang.
“nyaman, maaf membuatmu tidur diruang tamu.” Jawab soo bin tersenyum.
“sudahlah, ayo kita makan.” Ajak heechul tersenyum lalu duduk disebelah ji yong untuk makan bersama.
“oh iya, ji yong. Sisakan makanan untuk perempuan itu. Lalu bawa makanannya itu kekamarnya.” Suruh heechul belum menelan seluruh makanannya.
“tidak usah.” Sahut seorang perempuan dengan nada sangat lirih berjalan pelan menuju meja makan. Matanya masih menatap kosong kedepan.
“whoa.. akhirnya kau keluar dari kamarmu.” Sahut ji yong antusias. Perempuan itu duduk dihadapan heechul tepat disebelah soo bin. Soo bin sedikit takut ketika perempuan itu menatap luka di lengannya.
“makanlaah..” ji yong memberikan nasi dan kimchi kedalam mangkuk dihadapan perempuan itu. Perempuan itu hanya diam sampai mereka semua selesai makan.
“kau tidak mau makan?” tanya ji yong bingung. Soo bin juga ikut menatapnya bingung.
“biar aku suapi.” Heechul mengambil sendok lalu menyuapi perempuan itu pelan-pelan. Tatapan mata perempuan itu masih kosong. Sementara soo bin memalingkan wajahnya ketempat lain.
“aku harus pergi kerja sekarang, sampai jumpa.” Soo bin meneguk air putihnya lalu mengambil blazer dan tasnya meninggalkan mereka.
“kau juga harus pergi sekarang ji yong.” Ucap heechul masih sibuk menyuapi perempuan itu.
“baik hyung, sampai nanti.” Ji yong pergi meninggalkan mereka.
“ada yang mau kau ucapkan?” tanya heechul pelan kepada perempuan itu. Perempuan itu masih diam tidak menggubrisnya.
“sepertinya masih sama..” gumam heechul pasrah.
*
Sore ini ji yong pulang lebih cepat dari pekerjaannya sebagai sebuah pengedit musik disebuah perusahaan rekaman. Ia terlihat sangat senang sambil membawa sebuah kantung plastik putih berisi penuh dengan makanan. Matanya tiba-tiba terbelalak ketika melihat sebuah kecelakaan besar didekatnya. Dengan cepat, ia melangkahkan kakinya menghampiri kejadian yang begitu cepat itu. Beberapa orang juga sudah berkumpul. Ji yong mendekatkan tubuhnya hingga ia melihat sepasang korban yang terkapar dijalanan dengan bersimbah darah. Ambulans mulai datang dan dua korban yang sepertinya sudah tidak bernyawa lagi itu dimasukan kedalamnya.
“kwon hyun woo.. lim hye min...” gumam ji yong membaca sebuah tanda pengenal yang berada dijalan itu. Wajahnya terlihat seperti berpikir namun hilang ketika seorang polisi mengambil kartu tanda pengenal itu.
*
“masuklah kekamarmu, disini dingin kau bisa kedinginan.” Pinta heechul kepada perempuan itu yang masih duduk diruang makan tersebut. Perempuan itu masih saja diam. “ayo biar aku gendong.” Ucap heechul memapah perempuan itu kepunggungnya. Dari ruang tamu, soo bin yang baru pulang menyaksikan kejadian itu yang membuat hatinya sedikit tercabik.
“kau kenapa?” tanya ji yong yang baru sampai kepada soo bin yang terdiam.
“ahh, tidak apa-apa.” Jawab soo bin kaget namun berusaha tersenyum lalu pergi kekamarnya.
*
“kau belum tidur?” tanya heechul yang sedang membaca buku sambil membaringkan tubuhnya diatas sofa.
“aku belum mengantuk hyung.” Jawab ji yong tersenyum meneguk segelas air putih lalu duduk dihadapan heechul. “hyung, kapan kau segera menikahi soo bin?” tanya ji yong membuat heechul menatapnya.
“apa maksudmu?? Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya, kenapa kau menanyakan tentang pernikahan?” heechul berbalik bertanya dengan tatapan santai.
“sepertinya dia sangat mengharapkanmu hyung, lagipula kau juga sangat cocok dengannya.” Jawab ji yong sedikit berpikir.
“hhh, ada-ada saja kau, bagiku dia itu adikku. Lagipula dia terlalu muda untukku.” Sahut heechul tersenyum meneruskan membacanya.
“muda??” tanya ji yong bingung.
“umurnya hanya terpaut satu tahun denganmu.” Sahut heechul cepat. ji yong hanya mengangguk pelan.
“tapi ada apa dengan masalah umur?” tanya ji yong lagi.
“sudahlah, kau banyak bertanya.” Sahut heechul pergi menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu.
*
“kau belum tidur?” tanya heechul ketika maemasuki kamarnya dan melihat soo bin sedang terdiam duduk didekat jendela. Ia sedikit kaget lalu berbalik tersenyum menatap heechul.
“beristirahatlah, kau pasti lelah.” Suruh heechul mengambil sesuatu dimeja kecil sebelah tempat tidur. Soo bin hanya menatapnya lalu berbalik kembali menatap jendela. “kau kenapa? Ada masalah?” tanya heechul menatapnya.
“tidak. Aku akan pulang besok. Aku cukup lelah hari ini.” Ucap soo bin menuju tempat tidurnya lalu menyelimuti dirinya sendiri.
“kau terlihat berbeda seperti biasanya.” Gumam heechul.
“kau menyadarinya?” tanya soo bin memejamkan matanya.
*
No comments:
Post a Comment