Matahari kembali menyapa. Perempuan itu terus duduk diatas tempat tidurnya, rumah juga terlihat sepi setelah pagi ini soo bin pergi meninggalkan rumah itu walau ji yong menyuruhnya agar tetap tinggal satu minggu lagi. Sementara heechul harus pergi dari pagi karena pekerjaannya menunggu disebuah toko buku dipusat seoul.
Ji yong terlihat sedang membereskan sisa nampan mangkuk dikamar perempuan itu. Perempuan itu seakan tidak merasakan akan hadirnya ji yong diruangan itu.
“baiklah, semua sudah bersih.” Ucap ji yong membawa pergi nampannya.
“kwon min rae...” ucap perempuan itu datar. Ji yong menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap perempuan itu. “mwo?”
“kwon...min...rae... itu namaku.” Ucap perempuan itu tanpa menatap wajah ji yong.
“kwon min rae, ahh, akhirnya aku tahu namamu. ” Ucap ji yong antusias.“jadi,apakah kau akan memberitahuku dimana kau tinggal?”
Perempuan itu hanya diam tidak menjawab pertanyaan ji yong. Ji yong menunggu perempuan itu menjawabnya, namun tidak ada sepatah katapun keluar dari mulutnya lagi.
“ahh sudahlah, yang penting aku sudah tahu namamu.” Ucap ji yong pergi menutup pintu kamar itu.
“aku tidak akan memberitahukanmu tentang siapa diriku, aku ingin tinggal disini selamanya.” Ucap min rae pelan sambil menatap tajam kearah pintu.
*
“ne, hyung ia menyebutkan jika namanya adalah kwon min rae, tapi setelah aku tanya dimana dia tinggal dia hanya diam.” Cerita ji yong panjang lebar kepada heechul yang baru saja pulang dari pekerjaaannya.
“bagus kalau begitu, kita bisa mengetahui semuanya pelan pelan.” Sahut heechul tersenyum.
“apakah soo bin sudah sampai rumahnya hyung?” tanya ji yong mengalihkan pembicaraannya.
“entahlah, rumahnya cukup jauh dari sini, aku takut dia tidak kembali kerumahnya.” Jawab heechul mengeluarkan ponselnya lalu menelpon soo bin.
“kau dimana??” tanya heechul diujung telepon. “kembalilah kerumahku sekarang.” Pinta heechul langsung mematikan ponselnya.
“apakah dia akan kembali?” tanya ji yong bingung.
“dia tidak akan menolaknya.” Jawab heechul mantap pergi menyusul soo bin.
*
Sudah lebih dari dua minggu setelah ia menyebutkan namanya min rae tinggal dirumah heechul dan min rae. Sekarang dua sudah mau pergi meninggalkan kamarnya untuk makan atau sekedar duduk diteras rumah tersebut. Ia juga sering berbicara dengan heechul walau hanya obrolan biasa saja.
“ya~ kau sudah sehat sekarang, kenapa kau tidak mau memberitahu kami dimana rumahmu?? Aku sudah mulai lelah akan hal ini.” Ucap ji yong terlihat sangat kesal. Min rae menatapnya lalu meneruskan makanya.
“aku tidak ingin memberitahumu sekarang.” Jawab min rae pelan.
“ahh, kau membuatku kesal!” sahut ji yong meletakan sumpitnya diatas meja. Heechul menatapnya tajam.
“sudahlah, suatu saat nanti dia pasti akan menceritakannya.” Ucap heechul menengahkan mereka.
“tapi hyung, dia itu merepotkan kita sudah lebih dari 3 bulan ini, kalau kupikir karena dia juga soo bin tidak mau tinggal disini.” Sahut ji yong semakin kesal. Heechul dan min rae diam.
“jangan bicara seperti itu ji yong!” ucap heechul cepat.
“kalau bukan karena dia, kenapa? Bahkan malam itu kau mencarinya ditempat kerjanya dia sudah tidak ada, dan kau menelpon rumahnya dia belum pulang. Kau bilang dia menurut akan perintahmu, tapi apa yang terjadi?? Aku bingung!” cerita ji yong panjang lebar.
“cukup! Aku tidak mengenal perempuan itu, wajahnya membuatku takut!” ucap min rae meninggalkan meja makan sementara ji yong dan heechul menatapnya aneh.
*
Siang ini, ji yong keluar kantor untuk beristirahat makan siang. Ia mencari tempat makan yuang menurutnya nyaman. Diperjalanan, ia melihat perempuan memakai blazer coklat sedang berjalan melewati halte. Ji yong tersenyum berjalan menghampirinya.
“soo bin-ah, kemana saja kau?? Hyung mencarimu dan tidak menemukanmu.” Panggil ji yong yang membuat soo bin sedikit kaget.
“ahh, ji yong-ie, aku? Aku masih bekerja seperti biasa, seperti yang kau tahu tugasku disini masih satu bulan lagi.” Jawab soo bin ramah.
“lalu kau tinggal dimana sekarang??” tanya ji yong sambil mengajaknya ke sebuah restoran seafood di sebrang jalan.
“aku menyewa flat didekat tempat kerjaku.” Jawab soo bin tersenyum.
“kenapa kau tidak kerumahku saja?” tanya ji yong lagi.
“ji yong-ie, jika aku kembali kesana aku akan mengganggu kalian, lagipula rumah kalian sudah cukup ramai kan?” ucap soo bin lagi-lagi tersenyum menutuk kekecewaannya lalu duduk disebuah kursi di restooran yang masih terlihat sepi itu.
“kau cemburu pada perempuan itu?” tanya ji yong dengan tatapan serius. Soo bin terdiam.
“hhh, ji yong-ie, kau tahu apa?? Tapi sepertinya memang kakakmu menyukai perempuan itu. Perempuan itu cantik dan jika hyung-mu menyukainya, aku juga setuju.” Jawab soo bin santai.
“jangan membohongiku, aku tahu selama ini kau memendam perasaan padanya kan?? Matamu tidak bisa berbohong.” Sahut ji yong cepat.
“mungkin aku belum pantas untuknya.” Ucap soo bin pelan menatap keluar restoran itu.
*
“kau mau menceritakan padaku tentang kehidupanmu? Atau mungkin tentang kenapa kau bisa tenggelam?” tanya heechul sabar kepada min rae yang duduk ditempat tidurnya.
“aku.... orang tuaku berniat ingin membunuhku.” Jawab min rae pelan sambil menunduk. Heechul kaget mendengar pernyataan min rae.
“mem..bunuh?? kenapa?” tanya heechul bingung.
“karena.. aku tidak ingin dipaksa menikah. Aku muak, lalu..lalu aku pergi dari rumah, dan mereka mengejarku hingga ke pantai, dan, dan aku berlari kelaut dan dan mereka menenggelamkanku disana. Aku.. aku takut....” cerita min rae mulai tidak bis amenahan emosinya. Matanya semakin lebar lalu air matanya menetes deras. Dengan tenang heechul langsung memeluknya.
“maafkan aku.” Ucap heechul pelan mengusap pelan rambut min rae.
*
“lalu apakah dia akan kembali kesini?” tanya heechul setelah mendengar cerita ji yong sudah bertemu dengan soo bin.
“tidak, dia tidak mau kesini lagi karena perempuan itu.” Jawab ji yong cepat.
“kenapa kau jadi membenci min rae??” tanya heechul sedikit berteriak.
“dia sudah merepotkan kita, aku pikir selama ini dia berpura-pura sakit agar bisa tinggal dengan kita. Aku tidak suka wanita pembohong seperti dia!” jawab ji yong juga berteriak. Sementara dari balik tangga min rae mendengar semuanya.
*
“penantianku sepertinya akan berakhir beberapa hari nanti, tinggal menunggu sebuah berita yang membuat hatiku sedikit remuk. Hhh, kenapa kau bisa menharapkanmu padahal hatimu dimiliki orang lain. Aku terlalu bodoh??” gumam soo bin sendirian sambil menatap sebuah foto yang sama seperti foto di kamar heechul. Matanya sedikit basah, namun bibirnya masih mengguratkan senyumannya.
*
Soo bin baru saja keluar dari gedung kantornya. Ia berjalan cukup sumringah sambil membawa tas birunya. Matanya sedikit terbelalak melihat min rae yang berjalan sangat pelan. “dia sudah sembuh?”
“yaa~ kau perempuan yang berada dirumah ji yong kan? Sedang apa disini?” tanya soo bin menghampiri min rae. Min rae menghentikan langkahnya lalu menatap lengan soo bin yang sudah sembuh. Min rae lalu melanjutkan langkahnya tanpa bicara. “ya~ kau ingat aku kan? Kau mau kemana? Nanti kau dicari heechul.” Teriak soo bin mengejar min rae.
“aku ingin mencari kehidupanku.” Jawab min rae pelan masih terus melangkah.
“min rae-ah, kau mau kemana? Jangan pergi sendirian.” Suara seorang lelaki menghampiri min rae lalu memeluknya. Soo bin melihat kejadian itu, getaran dihatinya mengguratkan kepedihan yang sangat mendalam.
“sekarang kita pulang yaa..” ucap heechul menatap mata min rae yang sayu. Min rae tidak menyaut namun mengikuti langkah heechul yang sepertinya tidak menyadari kehadiran soo bin disana.
*
“sekarang kami ingin bertanya padamu.” Ucap heechul malam itu ketika ji yong dan min rae berkumpul. “dimana alamat kedua orang tuamu?” tanya heechul pelan.
“distrik 8 seoul.” Jawab min rae pelan sambil menunduk.
“kau masih dendam dengan kedua orang tuamu?” tanya ji yong sedikit dengan nada tidak sopan. Min rae hanya diam tidak menjawab.
“yaa~ tunggu sebentar, waktu itu kau pernah hampir membunuh soo bin, ada hubungan apa kau dengan soo bin?” tanya ji yong lagi.
“aku.. aku pernah melihat perempuan itu di pantai sebelum aku tenggelam. Dia sedanng berjalan melewati pantai dan melihat upaya orang tuaku untuk membunuhku, tapi ia tidak menolongku dengan santainya dia pergi meninggalkan pantai dan tidak kembali.” Cerita min rae pelan. Heechul dan ji yong hanya saling tatap.
“kau benar-benar dendam dengan orang tuamu? Tidak sedikit pun kau merindukannya??” tanya ji yong lagi. Min rae hanya menggeleng.
“tidak ada anak yang membenci kedua orang tuanya. Kau harus berjanji kau akan pulang jika aku menemukan kedua orang tuamu.” Sahut heechul mengusap pelan rambut min rae. Min rae hanya mengangguk pelan meneteskan air matanya.
*
No comments:
Post a Comment