Laman

May 3, 2011

sorry, but i promise (by. shanica indratami part. 5)

Sudah lebih dari dua minggu dan setiap hari, hye min terus memohon kepada junhyun untuk menyuruhnya berhenti melakukan kebiasaan buruknya. Dan setiap hari itu pula junhyung tidak menggubrisnya sama sekali. Bahkan selama dua minggu itu, junhyung sudah memukuli 3 siswa lainnya. Hye min hampir saja menyerah namun hyun ji terus menyemangatinya.

“sore ini kau ingin kemana?” tanya doojoon kepada hyun ji ketika mereka baru keluar dari sebuah restoran es krim.

“entahlah, sepertinya aku ingin pergi kerumah sakit. Kau mau ikut?” ucap hyun ji tersenyum.

“tidak, aku lelah. Aku ingin beristirahat saja.” Jawab doojoon tersenyum.

“ahh, tunggu. Lihat itu, sepertinya itu junhyung.” Hyun ji menghentikan langkah doojoon ketika melihat gerombolan orang sedang memukuli junhyung.

“kita harus segera menolongnya, pasti ada korban junhyung yang dendam padanya.” Sahut doojoon tidak sabar.

“tunggu, lihat itu..” ucap hyun ji ketika melihat hye min menghampiri gerombolan orang itu. Doojoon ikut menyaksikan mereka.

“berhenti.. berhenti.. pergilah kalian, jangan pukuli dia lagi.” Pinta hye min kepada gerombolan orang yang memukuli junhyung.

“siapa kau?? Awas kau junhyung, kita tunggu pembalasan darimu.” Ucap salah satu orang yang memukuli junhyung. Orang itu langsung menyuruh anak buahnya pergi. Sementara junhyung yang terkapar terlihat berdarah dipelipis kanan dan bibirnya.

“kau tidak apa-apa?” tanya hye min mencoba menolong junhyung.

“bisakah kau menjauh dariku? Aku muak melihat wajahmu.” Bentak junhyung lalu pergi meninggalkan hye min. Hye min terlihat sakit hati.

“ayo kita hampiri dia.” Ajak hyun ji kepada doojoon.

“kau tidak apa-apa?” tanya hyun ji kepada hye min sementara doojoon memperhatikan kepergian junhyung. Hyen mi yang terlihat menangis pergi meninggalkan mereka.

“ahh, aku bingung padanya, dia sudah sering mendekati junhyung tapi junhyung tidak menggubrisnya sama sekali, masih saja seperti itu.” Celetuk doojoon kesal.

“sebenarnya aku yang salah, aku yang bercerita padanya bahwa junhyung menyukainya agar dia bersemangat untuk membuat junhyung menghentikan perbuatan jeleknya. Tapi ternyata hasilnya begini..” ucap hyun ji sedikit menyesal.

“sampai seperti itu kau membuatnya ?? ahh hyun ji, sudah berapa bulan kau berada dikelas sebelah hingga sebodoh ini.” Sahut doojoon mengusap keningnya.

“habisnya aku bingung bagaimana cara menghasutnya.” Sahut hyun ji pelan.

“lagipula kenapa juga kau malah berada dipihak dia sekarang? Karena gi kwang?” tanya doojoon lagi.

“ne, aku tidak mau ada gi kwang selanjutnya.” Jawab hyun ji mengangguk.

“kau menyukainya?” tanya doojoon dengan tatapan serius. Hyun ji menatap doojoon sedikit kaget.

“joon-ahh, aku menyukainya sama seperti aku menyukaimu, sudahlah ayo kita pulang. Sudah semakin sore.” Ajak hyun ji menarik lengan blazer doojoon.

*

Hyun ji memperhatikan kelas doojoon yang terlihat sudah cukup ramai menjelang bel mulai pelajaran. Ia langsung masuk ketika ia melihat hye min duduk dikursinya.

“anyeong~” sapa hyun ji duduk didepan hye min. Hye min hanya menatapnya sinis lalu sibuk dengan catatannya. “kau kenapa? Kau marah padaku?” tanya hyun ji bingung.

“kau berbohong kan padaku?? Aku tahu sebenarnya kau hanya membual, junhyung tidak menyukaiku. Kau hanya memanfaatkanku saja, aku tidak akan membantumu lagi. Aku sudah malas.” Jawab hye min dengan nada kesal.

“maaf tapi aku...” ucapan hyun ji belum selesai.

“sudahlah, keluar dari kelasku.” Pinta hye min cepat.

*

“ahh, sepi sekali akhir-akhir ini...” ucap hyun ji menyandarkan tubuhnya kepunggung kursi merah yang ia duduki.

“entahlah pada kemana yang lain.” Sahut junhyung sedikit pelan mengecek ponselnya.

“sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan padamu, aku sudah membohongon hye min.” Mata junhyung melirik hyun ji. “aku mengatakan padanya jika kau menyukainya, aku terlalu bodoh saat itu. Hanya aku berpikir bagaimana caranya agar dia mau membiarkanmu berhenti menyiksa orang lain, tapi dia malah menganggapnya serius. Dan dia terlihat sangat marah padaku ketika dia tahu aku berbohong soal itu.” Lanjut hyun ji dengan wajah menyesalnya yang terlihat seperti orang bodoh.

“ke..kenapa kau berkata seperti itu? Lalu kenapa juga kau memihak padanya?” tanya junhyung kaget menatap kearah hyun ji.

“dipikiranku hanya itu yang terlintas, lagipula aku sudah berkali-kali berkata padamu tapi kau tidak pernah sedikitpun mengurangi perkelahianmu, aku kan jadi bosan.” Jawab hyun ji memanyunkan bibirnya. Junhyung menghela napas panjang lalu menatap kearah lain. “maafkan aku junhyung..” ucap hyun ji sambil menunduk.

“ahh, entahlah, aku juga mulai bosan akan hal ini..” gumam junhyung pelan.

“jadi kau akan menghentikannya??’ tanya hyun ji sumringah membesarkan matanya.

“tidak juga, aku akan memikirkannya lagi.” Jawab junhyung pergi meninggalkan hyun ji.

*

Berhari-hari hye min sudah tidak melakukan kegiatannya untuk menyuruh junhyung berhenti melakukan perkelahian disekolahnya. Ia hanya berdiam diri dikelasnya walau terkadang hyun ji sering menghampirinya dan mengajaknya bicara namun sepertinya hye min sedang tidak ingin diganggu dan benar-benar marah.

Sementara junhyung yang sering menyendiri akhir-akhir ini menjadi sering memikirkan perkataan hyun ji tentang hye min. Ia sedikit merindukan saat-saat hye min selalu menunduk dan berkata, “tolonglah, jangan kau lakukan lagi.” Tapi sekarang, hye min tidak menghampirinya lagi dan sepertinya ia sangat menyesal telah menolong junhyung saat itu.

“ahh, seharusnya aku tidak mengatakan itu..” gumam junhyung sangat menyesal sambil melempar bola basket kearah ring.

*

“kau kenapa? Sepertinya kau sedang tidak enak badan?” tanya gi kwang menghampiri hyun ji ditaman belakang sekolah mereka.

“aku sedang berpikir saja, aku telah membuat kesalahan besar pada seorang teman.” Jawab hyun ji memaksakan tersenyum.

“apakah kau sudah minta maaf?” tanya gi kwang duduk disebelah hyun ji. Hyun ji hanya mengangguk cepat.

“ehmm, tapi sepertinya kesalahanku sangat melekat dihatinya.” Ucap hyun ji pelan sambil memainkan kakinya.

“sudahlah, mungkin dia butuh waktu.” Sahut gi kwang tersenyum menatap wajah hyun ji yang dari tadi cemberut.

*

Junhyung baru saja keluar dari kelasnya, ia sedikit mengintip kelas hye min. Namun kelas itu sudah kosong sejak 10 menit yang lalu. Wajah junhyung sedikit mengguratkan kekesalannya. Dari arah kanan, hye min sedang melangkah pelan namun ia sempat berhenti ketika tatapan mata keduanya saling bertemu. Hye min menunduk lalu pergi melewati junhyung yang terdiam menatapnya.

TBC

No comments:

Post a Comment