“sudahlah hyung, sepertinya pemilik rumahnya sedang tidak ada dirumah.” Ucap ji yong ketika sedang mencari alamat yang disebutkan min rae semalam.
“kalian mencari pemilik rumah ini?? Mereka sudah meninggal satu bulan yang lalu akibat kecelakaan.” Sahut seorang kakek yang melintasi rumah tersebut.
“kecelakaan?? Ahh, apakah pemilik rumah ini bernama kwon hyun woo dan lim hye min??” tanya ji yong sedikit tidak percaya.
“ya benar sekali, itu kau tahu.” Jawab kakek itu meninggalkan mereka.
“kenapa kau tidak memberitahuku??” tanya heechul sedikit emosi.
“aku bahkan tidak tahu mereka orang tua min rae.” Sahut ji yong cepat.
*
“ada apa?” tanya min rae bingung melihat heechul masuk kedalam kamarnya dengan wajah murung. Heechul menghampirinya lalu duduk disebelahnya.
“aku ingin memberitahumu sesuatu.” Jawab heechul pelan. “tapi sebelumnya aku ingin bertanya padamu.”
“mmm?”
“apakah kau benar-benar merindukan kedua orang tuamu?”
“mmm, ada apa? Kau sudah menemukan mereka?”
“mmm, tapi aku harap kau menerima semuanya.” Mata min rae menatap heechul bingung. “mereka telah meninggal satu minggu yang lalu karena kecelakaan.” Mata min rae menjadi basah. Pikirannya kembali ke 3 bulan kebelakang, ia mengingat semuanya semua saat saat masih tinggal dengan orang tuanya. Hatinya merasakan kesakitan yang sangat dalam. Emosinya kembali tidak tertahan ia menangis sekuat tenaga.
“tenanglah, mungkin ini sudah takdirmu, terimalah semuanya.” Ucap heechul menenangkan min rae.
“bawa aku... bawa aku kepada mereka...” pinta heechul memukuli dada heechul.
“besok, besok aku akan membawamu kemakam mereka. Aku berjanji.” Sahut heechul meletakan kepala min rae didadanya.
*
“hyung, kau sudah memberitahunya?” tanya ji yong meneguk teh hangatnya.
“hmm, dia menangis dan mengajakku ke makam kedua orang tuanya.” Jawab heechul mengangguk.
“bagaimana kabar soo bin hyung?? Kemarin aku mencoba menelponya namun ponselnya tidak aktif, lalu aku menelpon kantornya ia sudah tidak bekerja lagi sejak dua hari yang lalu. Apa dia sudah kembali keorang tuanya?” tanya ji yong membuat heechul terdiam dan mengingat kembali saat ia mengejar min rae tanpa menatap soo bin sama sekali.
*
“appa, eomma, maafkan aku....” ucap min rae di makam kedua orang tuanya. Air matanya terus membanjiri pipinya. Heechul hanya mampu mengusap pelan pundak min rae sementara ji yong berdiri disebelah heechul.
*
“heechul-shi..” suara seorang perempuan terdengar berat dari ujung ponsel heechul.
“ajumma ada apa? Sepertinya kau sedang tidak sehat.” Tanya heechul tepat sepulang dari makam orang tua minrae.
“kau tahu soo bin telah tiada?” tanya perempuan itu. Mata heechul terbelalak mendengar perkataan ibu soo bin tersebut. “dia menenggelamkan dirinya kelaut sore itu dan membuatnya kehilangan nyawanya.” Heechul hanya diam lalu menutup ponselnya dan pergi meninggalkan rumahnya.
*
“heechul-ahh, J , seharusnya aku memanggilmu oppa. Bagaimana kabarmu? Apa kau merindukanmu setelah terakhir kali kita bertemu saat aku kembali kerumah kau dan ji yong?? Heem. Aku sudah menyelesaikan pekerjaanku di seoul, dan aku akan kembali kerumah orang tuaku. Oh, iya kau tahu rumah musim semi yang sering kita kunjungi? Kudengar bangunan itu dirobohkan dan dijadikan pusat perbelanjaan. Aku sedih mendengar hal itu, padahal aku ingin sekali kesana lagi denganmu. Heechul-ahh, maksudku heechul oppa, jujur saat ini aku benar-benar merindukanmu, ke ke ke. Aku ingin kau pergi denganku lagi, tapi, sepertinya kau sibuk akan sesuatu atau seseorang? Tidak! Aku cemburu J tapi kau terlihat cocok dengannya. Aku akan mendukungmu oppa. Katakan padanya juga aku meminta maaf, saat itu aku berniat memanggilkan orang untuk menolongnya namun ternyata pantai sudah sepi dan aku pikir dia sudah pulang dengan kedua orang tuanya. Aku menyesal tidak menolongnya saat itu. Menikahlah dengannya oppaa! Kau harus melakukannya. Ke ke ke. Sampaikan salamku untuk ji yong juga, dia pasti sangat merindukanku. Ke ke ke. Sampai jumpa oppa, aku mencintaimu J. Soo Bin.” Setetes air mata heechul menetes ketika membaca surat milik soo bin yang ia temukan di flatnya sekitar dua bulan yang lalu. Sedikit perasaan bersalah menetap dihatinya. Namun keputusan terakhir soo bin membuatnya sadar akan arti cinta.
“selamat malam.” Heechul mencium kening min rae yang terlelap disebelahnya lalu ikut terlelap.
*END*
No comments:
Post a Comment