G-DRAGON (KWON JI YONG), HEECHUL SUPER JUNIOR, KWON MIN RAE (EFRILIA INDAH PERTIWI), SOO BIN (SHANICA INDRATAMI)
“selamat pagi..” Ji yong memasuki sebuah kamar yang terlihat masih gelap sambil membawa sebuah nampan berisi semangkuk bubur dan segelas air putih. Ia tersenyum meletakan nampan itu disebelah tempat tidur lalu membuka korden putih disudut kamar tersebut.
“sudah pagi, bukalah matamu, matahari pagi sangat baik untuk kesehatan.” Ucapnya lagi ketika melihat seorang perempuan yang terbaring diatas tempat tidur membersihkan matanya. Perempuan itu menatap ji yong nanar lalu diam.
“makanlah, atau kau mau aku suapi??” tanya ji yong duduk di pinggir tempat tidur itu. Perempuan itu masih diam. Matanya menatap kosong kedepan.
“huh, dia masih saja seperti ini.” Gumam ji yong sedikit kesal lalu secara perlahan menyuapi bubur itu.
“lelaki ini adalah pahlawanku, hingga akhirnya aku terduduk ditempat tidur ini sebelum sebuah kejadian mengerikan itu terjadi. Saat itu aku tidak tahu apakah nyawaku masih tersisa atau tidak. Lelaki ini yang menolongku ketika aku hampir saja mati diterjang ombak dipantai di chokseo. Sudah lebih dari 3 bulan ia dan kakaknya merawatku dengan sabar.”
“baiklah, sudah habis, makanmu lebih banyak dari biasanya, aku harus pergi sekarang. Heechul hyung ada dirumah hari ini, jadi kau dijaga olehnya. Yaa, kuharap hari ini kau akan mengeluarkan sedikit suaramu. Hehee.” Ucap ji yong ketika mangkuknya hampir habis lalu keluar kamar meninggalkan perempuan itu sendirian.
*
“kau ingin pergi lagi?” tanya heechul ketika melihat ji yong sudah rapi turun dari kamarnya.
“ne hyung, setelah pulang dari pekerjaanku aku akan kembali mencari identitas perempuan itu.” Jawab ji yong tersenyum mengambil sebuah roti diatas meja makan.
“kau harus mencarinya, aku yakin keluarganya mencarinya.” Sahut heechul meletakan piring yang daritadi ia bersihkan. “apa kau akan memeriksakannya lagi?”
“tidak hyung, sudah 3 kali kita memeriksakannya tapi dokter mengatakan dia tidak apa-apa, aku bosan.” Jawab ji yong santai.
“kau benar, aku berharap kau segera menemukan kerabatnya.” Sahut heechul tersenyum. Ji yong hanya tersenyum menanggapinya.
*
Perempuan itu masih duduk diatas tempat tidurnya, matanya masih menatap kearah depan dengan tatapan kosong. Ia terlihat sedang mengingat sesuatu.
“jika hari itu tidak datang, pasti aku tidak seperti ini sekarang. Kenapa mereka berniat ingin membunuhku? Kenapa mereka tidak menyayangiku, semuanya. Keluargaku, teman temanku, dan semuanya. Kenapa?? Aku benci kalian.” Gumam perempuan itu dengan volume yang hampir tidak terdengar. Perempuan itu terdiam kembali namun dengan seketika ia berteriak sangat kencang. Heechul yang mendengarnya dari dapur langsung berlari menuju kamar perempuan itu.
“kau kenapa?” tanya heechul terlihat bingung melihat perempuan itu yang memegangi rambutnya. “jawab pertanyaanku, kau tidak apa-apa kan?” heechul langsung memeluk perempuan itu dan mengusap perlahan rambutnya. Secara perlahan perempuan itu diam dan terlihat tenang dipelukan heechul. “sudahlah, ada aku disini. Aku tahu kau trauma, tapi selama kau disini kau tidak akan kenapa-kenapa.”
Heechul membaringkan kembali perempuan itu ditempat tidur lalu menyelimutinya. “daripada kau ketakutan, lebih baik kau tidur saja, nanti sore aku akan membuatkan makanan yang enak untukmu.” Ucap heechul tersenyum.
*
“bagaimana?” tanya heechul kepada ji yong ketika malam ini ji yong baru saja pulang.
“belum hyung, aku tidak tahu namanya makanya aku bingung bagaimana cara mencari keluarganya. Aku sudah menanyakannya ke polisi, namun polisi berkilah tidak ada yang tenggelam hari itu. Hhh, aku jadi bingung harus bagaimana lagi.” Jawab ji yong panjang lebar meminum segelas air putih.
“mungkin butuh waktu untuk perempuan itu berkata sendiri siapa dirinya.” Ucap heechul berusaha menepuk pundak ji yong. “oh iya, besok malam, soo bin datang kesini.”
“wae?? Kenapa dia datang lagi kesini? Diusir oleh ayahnya lagi?” tanya ji yong dengan nada bercanda.
“jangan bicara seperti itu, ini juga rumah dia. Katanya dia akan menginap sebentar dirumah kita, dia ada proyek pemotretan disekitar sini.” Sahut heechul dengan nada dewasanya.
“ahh, hyung tapi kamar yang biasa dia tempati kan ditempati perempuan itu.” Sahut ji yong cepat.
“dia akan tidur dikamarku, sementara aku akan tidur diruang tamu atau ruang tengah. Itu semua gampang.” Jawab heechul tersenyum.
“kau bisa tidur dikamarku kalau begitu.” Sahut ji yong datar meninggalkan heechul menuju kamarnya.
Ji yong menaiki tangga lantai dua rumahnya. Terlihat terang dihiasi lampu lampu kecil didua tembok yang membatasinya. Ia melihat kamar perempuan itu sedikit terbuka. Ji yong yang terlihat lelah memasuki kamar itu, ia melihat perempuan itu sudah terlelap dalam mimpinya.
“selamat tidur.” Ucap ji yong tersenyum mengusap lembut rambut perempuan itu.
*
No comments:
Post a Comment