Laman

December 29, 2010

ff just for love and my best friend (part.1)

Beast member:

Yoon Doo joon = pikirin doo joon kaya di MV beautiful. Disini dia jadi seprang DJ dan menjadi orang yang supel. Banyak bicara tapi tetap bisa membawa keadaan jadi tenang. Apalagi kalo udah sama shan ni, udah tenang banget idupnya dia.

Lee ki kwang = pikirin kikwang kaya di MV soom atau say no. Disini dia jadi pemain cinta sekaligus dancer terkenal dikampus ama di tempat kerjanya. Wajahnya yang tampan bikin dia pede mainin cwe. Diakhir cerita dia bakal muncul dengan sesuatu yang berbeda.

Son dong woon = pikirin dongwoon kaya di MV shock yaa, anak seorang pemimpin perusahaan yang sedikit pendiam ini, jatuh cinta pada pandangan pertama sama hye ra. Wajahnya yang tampan dan penampilannya yang modis disini keliatan banget kalo dia anak orang kaya.

Yong jun hyung = pikirin dia kaya di MV soom yaa, leader geng motor yang penampilan ama sifatnya cowo banget. Sayang, dateng Cuma sebentar. Sifatnya sedikit mirip sama kikwang, tapi perbuatannya lebih soft dibanding kikwang.

Yang yo seob = pikirin dia kaya di MV bad girl. Flower boy anak klub dance dikampusnya ini terlihat temprament dan ambisius.

Jang hyun seung à pikirin dia kaya di MV say no yaa, orangnya pendiem. 11 12 ama shan ni pokoknya, ketua klub dance terkenal dan anak dari orang biasa yang butuh uang.

With:

Geum shan ni & kim hye ra

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Seluruh remaja pasti berpikir apa yang akan ia lakukan ketika ia sudah dewasa nanti. Termasuk geum shan ni dan kim hye ra. Kedua sahabat ini selalu berpikir apa yang akan mereka lakukan ketika mereka dewasa kelak. Kedua sahabat ini memiliki karakter yang sangat berbeda. Shan ni, seorang perempuan yang pekerja keras yang pendiam dan bisa diajak kerja sama ini lahir dari sebuah keluarga yang berkecukupan. Namun sayang, ayahnya adalah seorang yang kejam dan suka menyiksa dirinya serta ibunya. Karena itulah, ia sekarang tinggal dengan hye ra sahabatnya, sementara ibunya sudah tidak lagi bersamanya karena sudah menemukan suami baru diluar negeri. Hye ra, perempuan dari keluarga yang berkecukupan juga, tapi sifatnya masih cenderung labil. Ia akan melakukan hal apapun yang ia suka tanpa berpikir panjang, tapi ia adalah orang yang sangat menyayangi siapapun yang juga menyayangi dirinya. Keluarganya tidak seburuk shan ni, tapi hye ra sering ditinggal dinas kedua orang tuanya keluar negeri. Karena itulah, hye ra menerima sahabatnya dengan lapang dada dirumahnya.

*

“shan ni-ah, menurutmu kita bisa pergi kebar malam ini?” tanya hye ra menatap kearah shan ni yang sedang membaca buku tentang prosa.

“tidak bisa, untuk apa kita pergi ke bar? Lagipula besok aku ada jadwal kuliah pagi.” Jawab shan ni tidak menatap kearah hye ra sama sekali dan terus membaca bukunya.

“huuhh, aku bosan. Aku tidak kuliah besok.” Sahut hye ra membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur.

“weiyo? Malas?” tanya shan ni masih membaca bukunya.

“heemmm,” jawab hye ra menganggukan kepalanya.

“baiklah, besok aku akan bangun lebih pagi dan tidak membangunkanmu. Aku mengantuk. Selamat tidur.” Shan ni meletakan bukunya dimeja kecil disebelah tempat tidurnya. Ia membenarkan bantalnya lalu terlelap tertidur ditempat tidurnya. Hye ra mengikutinya tertidur ditempat tidur miliknya.

*

Jam didepan gedung kyung hee university menunjukan pukul 8 pagi. Shan ni baru saja turun dari mobil sedan merahnya. Ia mengenakan celana panjang merah disertai jaket berwarna biru dan membawa sebuah tas kecil coklat. Ia berjalan pelan menuju kelasnya. Beberapa orang memperhatikannya sambil berjalan pelan. Shan ni tidak menggubrisnya sama sekali, ia terus berjalan dan berhenti tepat didepan papan pengumuman dikampusnya.

“dance?” gumamnya pelan. Shan ni melihat jam tangannya. “jam kuliahku masih 1 jam lagi.” Ia pun berjalan keluar gedung menuju lapangan yang tertera dipapan pengumuman itu.

Shan ni sampai dilapangan yang sudah dipenuhi oleh orang-orang disana. Shan ni berjalan maju untuk dapat melihat kearah orang-orang yang sedang menari. Shan ni terdiam melihat ada 3 orang lelaki yang terlihat sudah mahir melakukan gerakan dance tersebut. Shan ni meletakan tasnya pelan diatas tanah lalu membuka jaketnya. Terlihat ia hanya menggunakan kaus putih diatas pusar. Shan ni pun maju kelapanagan dan ikut meliukan badan mengikuti suara musik yang terdengar sangat sempurna disatukan dengan gerakannya. Ketiga lelaki itu berhenti melakukan dancenya dan mulai memperhatikan gerakan shan ni.

“yeeeaaahhh.....” suara gemuruh penonton disertai tepuk tangan mengakhiri musik dan gerakan shan ni. Shan ni hanya menundukan badannya mengambil jaket dan tasnya lalu pergi meninggalkan tempat itu.

“siapa perempuan itu?” tanya seorang lelaki berambut coklat yang tadi menari bersama dua temannya.

“geum shan ni, dia mantan temanmu.” Jawab temannya meneguk sekaleng soda.

“yo seob?? Hh, aku baru tahu.” Ucap lelaki berambut coklat itu dengan tampang tidak percaya.

“jangan harap kau mengajaknya, hyun seung. dia pasti akan menolak.” Temannya meninggalkan lapangan yang sudah sepi dari penonton.

Lelaki yang bernama hyun seung itu masih duduk dipinggir lapangan. Ia terlihat memperhatikan kepergian shan ni.

*

Jam digedung kyung hee university menunjukan pukul 4 sore, shan ni berjalan menuju mobil sedannya yang ia parkir tepat didepan kampusnya.

“yaa~ tunggu sebentar.” Panggil seorang lelaki kepada shan ni. Shan ni menghentikan langkahnya dan menatap kearah lelaki itu.

“siapa kau?” tanya shan ni sinis.

“aku jang hyun seung dari kelas seni semester 2, kau geum shan ni kan dari kelas bahasa?” ucap hyun seung sedikit terengah-engah karena berlari mengejar shan ni.

“apa keperluanmu?” tanya shan ni dengan wajah malasnya.

“kau mau masuk klub dance kami?” hyun seung bertanya dengan wajah berharap.

“apakah dengan masuk kedalam klub dance mu aku langsung mendapat uang?” shan ni berbalik bertanya memperhatikan kearah belakang hyun seung. Terlihat 2 orang lelaki datang menghampirinya.

“aniyo, tapi dengan mengikuti lomba, kau bisa mendapatkan uang.” Jawab hyun seung tegas.

“kau mengajaknya?” tanya seorang lelaki yang meletakan siku tangannya diatas pundak hyun seung.

“kalau begitu, aku tidak minat.” Ucap shan ni masuk kedalam mobilnya.

“tunggu sebentar,” ucap hyun seung mengetuk kaca mobil shan ni.

“apa lagi?” tanya shan ni membuka kaca mobilnya. Wajahnya terlihat sangat sinis tanpa menatap kearah hyun seung.

“temanku tidak akan mengajakmu lagi, camkan itu baik-baik.” Sahut seorang lelaki ketika hyun seung hendak bicara.

“terserah kau saja, ki kwang!” ucap shan ni melihat kearah lelaki berambut kuning dibelakang mereka. Shan ni mengendarai dengan cepat mobilnya keluar kampus.

“kau gila? Sudah kubilang, jangan mengajaknya untuk ikut klub kita, dia tidak akan mau.” Ucap lelaki yang dipanggil ki kwang oleh shan ni itu.

“hyun seung dan shan ni sama-sama keras kepala.” Sahut seorang lelaki yang berambut emas itu sambil tersenyum. Hyun seung terdiam mendengar perkataan yo seob tadi. Ia pun berjalan meninggalkan kedua temannya.

“perempuan itu selalu membuatku penasaran.” Ucap yo seob tersenyum simpul.

“perempuan itu tidak menarik perhatianku.” Sahut ki kwang cepat.

“sayang, hubunganku berakhir dengannya. Shan ni kau adalah wanita terindahku.” Ucap yo seob meninggalkan ki kwang sendirian.

“apa aku bisa mencobanya?” tanya ki kwang mengejar yo seob.

“cukup aku!!!” jawab yo seob keras memasuki mobil silvernya.

“baiklah, baiklah.” Sahut kikwang cepat. dengan mimik wajah kalahnya.

*

“mau kemana kau?” tanya shan ni ketika masuk kedalam kamar hye ra. Terlihat hye ra sedang membereskan tasnya dengan dandanan rapi.

“ke bar, aku tahu besok kau tidak ada jam kuliah, jadi aku akan mengajakmu malam ini.” Jawab hye ra senang den bersiap keluar.

“hhh, baiklah, pakai mobilku saja. Kajja.” Ucap shan ni mengambil tasnya dan berjalan keluar.

“kau tidak mengganti bajumu?” tanya hye ra memperhatikan shan ni yang berjalan didepannya.

“tidak perlu, lagipula dengan begini pun banyak lelaki yang akan memperhatikanku.” Jawab shan ni lalu tersenyum. Hye ra pun membalasnya dengan senyuman.

*

Kedua sahabat itu pun sampai dibar. Mereka berjalan masuk kedalam didalam malam yang dingin itu. Bar yang terlihat ramai dan dilengkapi dengan beberapa lampu warna warni dan musik yang menggema mengisyaratkan dunia yang sangat dewasa.

“baiklahh, kita panggil penari malam ini lee ki kwang.....” suara lelaki membuka pesta di bar malam itu. Shan ni sedikit kaget mendengar nama itu. Dengan rona tidak percaya, ia memperhatikan keatas panggung. Tepat, lelaki itu benar-benar ki kwang teman dari mantan kekasihnya, yo seob.

“lihatlah shan ni, dia sangat tampan” ucap hye ra mengagetkan shan ni. Shan ni hanya diam lalu kembali duduk dan meminum minumannya. Ia terlihat tidak antusias akan hal itu.

Tepat setelah 3 menit, penampilan ki kwang sudah selesai. Hye ra yang dari tadi antusias kembali duduk dihadapan shan ni yang sedang memainkan jarinya diatas bibir gelas.

“hai...” sapa seorang lelaki menghampiri mereka berdua. “boleh aku duduk disini?” tanya lelaki itu lagi.

“ya, silahkan.” Ucap hye ra tersenyum ketika menatap kearah lelaki itu. Shan ni memandang sinis lelaki itu.

“siapa namamu?” tanya lelaki itu lagi kepada hye ra. Hye ra tersenyum senang.

“aku lee hye ra, kau ki kwang kan yang tadi menari?? Waahh, tarianmu indah sekali.” Ucap hye ra dengan wajah kagumnya. Sementara shan ni hanya diam masih memainkan jarinya.

“terimakasih, kau sangat cantik malam ini.” Ucap ki kwang tersenyum memuji hye ra.

“terimakasih.” Ucap hye ra tersipu malu.

“baiklah, sudah malam. Aku ingin pulang.” Shan ni mengambil tasnya lalu bangkit dari tempat duduknya.

“shan ni tunggu sebentar, dia temanku. Sifatnya memang seperti itu.” Ucap hye ra pergi mengejar shan ni.

“baiklah datanglah temuiku kesini setiap hari rabu jumat dan sabtu.” Teriak ki kwang tersenyum penuh kemenangan.

*

“mengapa kau pulang secepat itu? Aku kan ingin kenal dekat dengan ki kwang, dia sangat manis.” Ucap hye ra dengan nada manjanya.

“kau mabuk.” Sahut shan ni cepat masih mengendarai mobilnya.

“dia sangat tampan, apalagi ketika ia tersenyum padaku dan menyuruhku untuk datang lagi. Ahhh, aku menyukainya.” Ucap hye ra tidak menghilangkan senyumannya. Seketika setelah hye ra berbicara tentang kikwang, ponsel shan ni bergetar. Sebuah pesan singkat masuk dilayar ponsel itu. Setelah membukanya, shan ni kembali menutup ponsel itu dan meletakannya kembali.

“siapa?” tanya hye ra penasaran.

“yo seob.” Jawab shan ni singkat.

“yo seob? Bukankah kau sudah putus sejak 2 bulan yang lalu?” tanya hye ra bingung.

“entahlah, dia mengajakku bertemu besok.” Jawab shan ni tetap serius menyetir. Hye ra terdiam. Begitu juga shan ni. Ditengah teridamnya mereka, ponsel shan ni bergetar cukup lama.

“angkatlah.” Suruh hye ra. Menatap kearah shan ni. Dengan segan, shan ni mengambil handsfree dan memasangnya ditelingannya.

“ada apa?” tanya shan ni dari ujung telepon. “aku tidak bisa, besok aku tidak ada kuliah.”

“kumohon.” Sahut yo seob diujung telepon.

“akan aku usahakan.” Ucap shan ni menutup ponselnya.

“dia mengajakmu bertemu?” tanya hye ra. Shan ni hanya mengangguk.

“hmm.” Jawab shan ni ketika membelokan stir mobilnya.

“kau masih menyukainya?” tanya hye ra pelan. Shan ni hanya menggeleng, dan terus serius menyetir mobilnya.

“kuharap kau tidak terus-terusan mempermainkan perasaanmu.” Ucap hye ra dengan nada berharap.

“aku bingung.” Ucap shan ni pelan.

“jika tekadmu sudah bulat, lupakanlah yo seob. Lagipula banyak lelaki diluar sana yang bisa menyayangimu dibanding yo seob.” Hye ra mulai memperingati shan ni. Shan ni tetap dia.

“yo seob itu hanya memanfaatkan kelemahanmu, shan ni. Dia memanfaatkan kasih sayangmu yang tulus untuknya. Sementara dia hanya ingin tubuhmu!” ucapan hye ra yang membuat shan ni menoleh kearahnya.

“tubuhku??” tanya shan ni dengan wajah tidak mengerti.

“iya tubuhmu. Kau tahu disatu bulan kau berpacaran dengannya. Kau sudah berciuman dengannya berapa kali? Bagaimana jika dia menembakmu untuk yang kedua kalinya? Dia bisa mengajakmu tidur dan kau pun menerimanya.” Jelas hye ra panjang lebar. Shan ni hanya terdiam tidak menggubris ucapan hye ra.

“apa kata ibumu jika kau hamil? Ibumu bisa tidak menganggapmu anak lagi. Dan uang yang ia berikan setiap bulannya untukmu tidak akan ia berikan lagi.” Lanjut hye ra dengan wajah sangat serius. “walau dia tidak hidup denganmu, tapi dia selalu memperhatikanmu dari jauh, kau harus bersyukur dengan ibumu itu.”

“aku tahu.” Sahut shan ni cepat turun dari mobilnya ketika sampai dirumah hye ra.

“kau bukan aku. Walaupun ayah dan ibuku masih hidup bersama, tapi mereka sepertinya tidak menganggapku ada. Jika aku hamil pun mungkin mereka hanya tersenyum dan membiarkan aku hidup dengan diriku sendiri.” Ucap hye ra mengikuti shan ni berjalan.

“ara, hye ra. Aku mengerti apa yang kau katakan.” Sahut shan ni cepat duduk dikursi sofa diruang tamu itu.

“aku harap kau mengerti perkataanku ini.” Ucap hye ra tersenyum.

“aku mengerti, terimakasih atas perhatianmu hye ra.” Ucap shan ni tersenyum menatap hye ra.

“itulah gunanya sahabat.” Sahut hye ra tersenyum senang.

*

Siang itu terasa sangat hangat. Shan ni sedang duduk disebuah kursi taman ditengah kota. Ia terlihat sedang menunggu seseorang. Sesekali matanya menatap kearah jauh mencari sesuatu. Tapi sesuatu yang ia tunggu belum datang.

“mian, aku terlambat.” Ucap seorang lelaki mengagetkan shan ni. “kau sudah lama?” tanya lelaki itu. Lelaki itu adalah yo seob, mantan kekasih shan ni.

“aku tidak bisa lama-lama disini, apa keperluanmu?” ucap shan ni sinis tanpa memandang yo seob sama sekali.

“aku masih mencintamu.” Ucap yo seob duduk disebelah shan ni. Shan ni hanya diam masih menatap kearah lain.

“aku sudah tidak menyukaimu.” Sahut shan ni cepat bergegas pergi dari tempat itu.

“aku serius.” Yo seob berkata dengan nada memohon sambil menari tangan shan ni.

“carilah perempuan lain yang lebih dariku!” pinta shan ni melepaskan tangannya. “aku sudah sadar sekarang.”

“kau yakin tidak ingin menerimaku lagi untuk yang kedua kalinya?” tanya yo seob tersenyum. Shan ni sempat menghentikan langkahnya namun dengan mantap ia berjalan meninggalkan yo seob sendirian ditaman itu.

“akhirnya ada perempuan yang menolakku. Dasar perempuan bodoh.” Ucap yo seob tersenyum puas.

Shan ni masuk kedalam mobilnya lalu mengendarainya dengan kecepatan cepat. ia membiarkan suara musik mobilnya terdengar keras. Sesekali ia berpikir bahwa dirinya salah, tapi disaat ia berpikir, ia selalu terngiang ucapan hye ra yang membuatnya ia sadar selama ini.

Mobilnya melaju pelan ketika ia melihat banyak orang berkerumun didepan sebuah rumah sakit yang hendak ia lewati. Shan ni memperhatikan kerumunan tersebut lalu turun dari mobilnya. Shan ni berjalan memasuki kerumunan orang tersebut. Ia sangat penasaran dengan hal tersebut. Ketika ia sampai ditengah kerumunan orang, ia melihat seseorang sedang dipukuli.

“jadi ini pencurinya?” teriak salah seorang sambil memukuli lelaki yang tidak berdaya. Shan ni terdiam memperhatikan lelaki itu.

“hyun seung!” teriak shan ni ketika ia melihat wajah lelaki itu.

“kau kenal dia nona? Dia dalah pencuri..” ucap seorang lelaki terus memukuli hyun seung hingga berdarah.

“dia temanku, ini.” Ucap shan ni mengeluarkan berlembar-lembar uang dari dalam tas kecilnya. “tolong hentikan ini!” ucap shan ni memapah hyun seung berjalan menuju mobilnya. Shan ni memasukan hyun seung dikursi depan sebelah dirinya. Lalu ia pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang kembali normal.

“gomawo.” Ucap hyun seung memegangi wajahnya yang penuh lebam.

“kenapa?” tanya shan ni tetap konsentrasi.

“aku terpaksa melakukannya.” Jawab hyun seung menunduk. Shan ni menatap hyun seung lalu kembali fokus kejalan.

“kenapa?” tanya shan ni lagi.

“ayahku sakit, ia butuh uang. Aku tidak bisa membayar rumah sakit. Maka dari itu aku mencuri.” Jawab hyun seung dengan tampang merintih kesakitan.

Shan ni hanya diam lalu memutar balikkan mobilnya kembali kearah rumah sakit tempat pemukulan hyun seung tadi.

“sebennarnya kita mau kemana?” tanya hyun seung bingung.

“bersihkan lukamu! Dibelakang ada kotak obat. Jangan sampai ayahmu tahu kalau anaknya dipukuli orang hanya karena mencuri.” Ucap shan ni memberitahukan kepada hyun seung. Hyun seung hanya diam menatap kearah shan ni lalu mengambil kotak putih dikursi belakang dan membersihkan wajahnya.

“tunggu disini.” Ucap shan ni memberhentikan mobilnya lalu masuk kesebuah kotak atm didepan rumah sakit tersebut. Tidak berapa lama, shan ni masuk kembali kedalam mobil. Ia kembali membawa mobilnya memasuki rumah sakit tersebut.

“ayahmu dirawat dsini kan?” tanya shan ni memarkirkan mobilnya. Hyun seung hanya mengangguk pelan.

“ayo kita masuk.” Shan ni turun lalu memasuki rumah sakit tersebut. Mereka berdua berjalan tanpa banyak bicara.

“Sebenarnya kau mau apa?” tanya hyun seung penasaran.

“pergilah kekasir rumah sakit, tanya berapa harga perawatan ayahmu.” Shan ni duduk duruang tunggu depan kasir tersebut. Hyun seung masih terdiam tidak mengerti.

“untuk apa kau diam, cepat.” suruh shan ni menatap kearah hyun seung. Hyun seung berjalan menuju kasir tersebut. Terlihat ia berbincang sedikit dengan kasir perempuan itu, lalu kembali menghampiri shan ni.

“berapa?” tanya shan ni menatap kearah hyun seung.

“ini.” Ia memberikan sebuah kertas kecil kepada shan ni. Shan ni membacanya lalu memberikan beberapa lembar uang kepada hyun seung. Hyun seung sempat gugup menerimanya tapi ia tetap kembali kemeja kasir tersebut lalu membayarnya.

“aku pergi.” Ucap shan ni berjalan pelan meninggalkan tempat duduknya.

“ya~ kau mau kemana? Temuilah ayahku sebentar.” Hyun seung mennarik tangan shan ni. Shan ni hanya diam.

“kajja..” hyun seung tersenyum menarik tangan shan ni menuju ruang perawatan ayahnya.

“tunggulah sebentar.” Ucap hyun seung ketika berhenti disebuah kamar bernomor 205 dirumah sakit itu. Hyun seung pun masuk kedalam ruangan itu. Shan ni hanya diam memperhatikan sekelilingnya.

“masuklah.” Hyun seung menyuruh shan ni masuk dari dalam ruangan itu. Shan ni dan hyun seung masuk keruang rawat tersebut. Shan ni melihat seorang lelaki paruh baya dengan kepala dan kaki diperban sedang berbaring ditempat tidur.

“terimakasih.” Ucap ayah hyun seung sambil memaksakan senyumnya. Shan ni terdiam lalu menundukan badannya seraya memberi salam.

“aku dan anakku akan berusaha menggantinya secepatnya.” Ucap ayah hyun seung lagi.

“tidak usah dipaksakan, sekarang kau hanya harus mementingkan kesembuhanmu saja, ajjushi.” Ucap shan ni tersenyum simpul.

“terimakasih banyak.” Ucap ayah hyun seung lagi.

“aku harus pergi ajjushi, semoga kau lekas sembuh. Jangan kau pikirkan tentang masalah biaya rumah sakit ini. Anakmu akan selalu berusaha untuk membayarnya.” Ucap shan ni menundukan badannya lalu keluar dari ruangan itu. Hyun seung berjalan mengejar shan ni.

“gomawo~, jika tidak ada dirimu, mungkin aku sudah mati tadi.” Ucap hyun seung menudukan badannya.

“cari pekerjaan yang lebih baik, hyun seung.” Shan ni membalikkan badannya lalu tersenyum kepada hyun seung. Hyun seung membalas ucapan shan ni dengan senyuman yang terlihat merekah dari bibirnya.

**

Hari ini terlihat hujan. Shan ni baru saja pulang dari super market didekat rumah hye ra. Ia terlihat bingung ketika melihat hye ra sudah rai dengan pakaiannya.

“kau mau kemana?” tanya shan ni bingung.

“aku mau ke bar, bertemu ki kwang.” Jawab hye ra tersenyum lebar.

“tidak butuh teman kan?” tanya shan ni meletakan belanjaannya diatas meja makan.

“aniyo,istirahatlah. Aku tahu kau lelah.” Jawab hye ra masih tersenyum menepuk pundak shan ni lalu pergi meninggalkan shan ni sendirian dirumah.

“hati-hati” ucap shan ni memakan apel yang ada ditangannya.

bersambung....

hehehe, mau tahu terusannya, terusannya 15 menit lagi yaa.. hehehe

No comments:

Post a Comment